https://proceeding.unnes.ac.id/agcaf/issue/feed Proceedings of Annual Guidance and Counseling Academic Forum 2023-09-15T02:03:25+07:00 Open Journal Systems <p><a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/20230727170998158" target="_blank" rel="noopener">ISSN 3024-9414</a></p> https://proceeding.unnes.ac.id/agcaf/article/view/2373 Penerapan Mindfulness Training sebagai Upaya dalam Mengurangi Psychological Distress pada Generasi Z 2023-09-01T10:21:05+07:00 Akhmad Bukhori [email protected] Agustin Revi Yanti [email protected] Arida Rahmawati [email protected] <p>Mental health is an issue that society has begun to be aware of, especially in Generation Z. Individuals who are aware of the importance of mental health will direct themselves to achieve psychological well-being. However, the fact is that there are still many individuals experiencing psychological distress involving anxiety and depression. This certainly has a negative impact on various aspects of his life. According to the literature, mindfulness training can be used as an attempt to reduce psychological distress. Mindfulness is paying attention in a particular way: on purpose, in the present moment, and non-judgmentally. This study aims to examine more deeply the application of mindfulness exercises as an attempt to reduce psychological distress in Generation Z. Through the literature research method, the author searches for and analyzes articles that are relevant to this topic. These articles include empirical studies, meta-analyses, and literature reviews discussing the effectiveness of mindfulness practice in reducing mental distress in Generation Z. The results of the literary research show that mindfulness training is effective in reducing psychological distress in Generation Z through three stages: self-talk, visual imagery, and deep breathing. Mindfulness training works by paying attention to this moment, raising awareness of oneself, and reducing reactivity to negative thoughts and emotions.</p> <p>Kesehatan mental merupakan isu yang mulai disadari oleh masyarakat, terutama pada Generasi Z. Individu yang sadar akan pentingnya kesehatan mental akan mengarahkan dirinya untuk mencapai kesejahteraan psikologis. Namun, faktanya masih banyak individu yang mengalami tekanan psikologis yang melibatkan kecemasan dan depresi. Hal ini tentu berdampak negatif pada berbagai aspek kehidupannya. Menurut literatur, pelatihan mindfulness dapat digunakan sebagai salah satu upaya untuk mengurangi tekanan psikologis. Mindfulness adalah memberikan perhatian dengan cara tertentu: dengan sengaja, pada saat ini, dan tanpa menghakimi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji lebih dalam mengenai penerapan latihan mindfulness sebagai upaya untuk mengurangi distres psikologis pada Generasi Z. Melalui metode studi literatur, penulis mencari dan menganalisis artikel-artikel yang relevan dengan topik ini. Artikel-artikel tersebut meliputi studi empiris, meta-analisis, dan tinjauan literatur yang membahas mengenai efektivitas latihan mindfulness dalam menurunkan tekanan psikologis pada Generasi Z. Hasil dari studi literatur tersebut menunjukkan bahwa latihan mindfulness efektif untuk menurunkan tekanan psikologis pada Generasi Z melalui tiga tahapan yaitu self-talk, visual imagery, dan deep breathing. Pelatihan mindfulness bekerja dengan memberikan perhatian pada saat ini, meningkatkan kesadaran akan diri sendiri, dan mengurangi reaktivitas terhadap pikiran dan emosi negatif.</p> 2023-07-24T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2023 Proceedings of Annual Guidance and Counseling Academic Forum https://proceeding.unnes.ac.id/agcaf/article/view/2374 Penerapan Strength Based Counseling Untuk Mengembangkan Resiliensi Remaja 2023-09-01T10:36:23+07:00 Ipah Saripah [email protected] Muty Rachmadiny Utami [email protected] <p>Resilience is the capacity of the individual in adapting and dealing with various things that are high risk. The background of the research is after pandemic, the data showed that most of adolescents who live in West Java province were at a low level of resilience. There is an urgency for guidance and counseling services to be present as a solution to develop conditions of adolescent resilience. This study uses literature study method with the aim to explain strength-based counseling as a curative service for adolescents with low levels of resilience. Strength based counseling is counseling that focuses on self-strength rather than on weakness, failure or problem that are being experienced by the counselee. Strength based counseling focuses on developing positive thoughts that help counselee to build on their best qualities, find strengths, and improve resilience.</p> <p>Resiliensi merupakan kemampuan individu dalam beradaptasi dan menghadapi berbagai hal yang beresiko tinggi. Latar belakang penelitian ini adalah pasca pandemi, data menunjukkan bahwa sebagian besar remaja yang tinggal di provinsi Jawa Barat berada pada tingkat resiliensi yang rendah. Terdapat urgensi bagi layanan bimbingan dan konseling untuk hadir sebagai solusi mengembangkan kondisi resiliensi remaja. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan tujuan untuk menjelaskan konseling berbasis kekuatan sebagai layanan kuratif bagi remaja yang memiliki tingkat resiliensi yang rendah. Konseling berbasis kekuatan adalah konseling yang berfokus pada kekuatan diri dan bukan pada kelemahan, kegagalan atau masalah yang sedang dialami konseli. Konseling berbasis kekuatan berfokus pada pengembangan pikiran positif yang membantu konseli untuk membangun kualitas terbaiknya, menemukan kekuatan, dan meningkatkan resiliensi.</p> 2023-07-24T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2023 Proceedings of Annual Guidance and Counseling Academic Forum https://proceeding.unnes.ac.id/agcaf/article/view/2375 Resiliensi Akademik Mahasiswa Akhir: Studi Kasus Dalam Proses Penyelesaian Skripsi 2023-09-01T10:42:27+07:00 Siti Fitriana [email protected] <p>Thesis is a scientific work that is intended as a graduation requirement so that it requires mastery of the material in the courses that students have attended during their college years. Many final year students are able to complete all courses well but their graduation are postponed due to difficulty completing their thesis. If students cannot adapt to these difficulties it will bring stress and frustration. There are pressures in the process of completing the thesis, students need high resilience within themselves in order to survive in facing difficult conditions and continue to try to complete their thesis. This resilience is called academic resilience. The purpose of this research is to find out the factors that influence the final year students academic resilience. The research methodology was a qualitative approach with a case study type. The results of this study indicated that the factors of emotion regulation, optimism, self-efficacy and support from friends and family affected academic resilience. Internal factors that affect academic resilience were emotional regulation, optimism, and self-efficacy while external factors that affect academic resilience was support from friends and family.</p> <p>Skripsi merupakan karya ilmiah yang diperuntukkan sebagai syarat kelulusan sehingga membutuhkan penguasaan materi pada mata kuliah yang telah diikuti oleh mahasiswa selama masa perkuliahan. Banyak mahasiswa tingkat akhir yang mampu menyelesaikan semua mata kuliah dengan baik namun kelulusannya ditunda karena kesulitan menyelesaikan skripsi. Jika mahasiswa tidak dapat beradaptasi dengan kesulitan tersebut maka akan menimbulkan stres dan frustasi. Adanya tekanan-tekanan dalam proses penyelesaian skripsi, mahasiswa membutuhkan resiliensi yang tinggi dalam dirinya agar dapat bertahan dalam menghadapi kondisi yang sulit dan terus berusaha menyelesaikan skripsinya. Resiliensi ini disebut dengan resiliensi akademik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi resiliensi akademik mahasiswa tingkat akhir. Metodologi penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor regulasi emosi, optimisme, efikasi diri dan dukungan dari teman dan keluarga mempengaruhi resiliensi akademik. Faktor internal yang mempengaruhi resiliensi akademik adalah regulasi emosi, optimisme, dan efikasi diri sedangkan faktor eksternal yang mempengaruhi resiliensi akademik adalah dukungan dari teman dan keluarga.</p> 2023-07-24T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2023 Proceedings of Annual Guidance and Counseling Academic Forum https://proceeding.unnes.ac.id/agcaf/article/view/2376 Pengaruh Kesehatan Mental Terhadap Prestasi Akademik Mahasiswa Tingkat Akhir 2023-09-01T12:43:17+07:00 Ulfah Ulfah [email protected] <p>Academic achievement of final year students is influenced by various factors, one of them is mental health. Mental health is the psychological and emotional condition of a person that enables him or her to live well. This study aims to determine the effect of mental health on academic achievement of final year students in various study program at faculty of Islamic religion Universitas Islam Nusantara. The research method used is descriptive quantitative using mental health scale and cumulative grade point average (GPA) as data collection instruments. The results of simple linear regression analysis showed that there was a positive and significant effect of mental health on academic achievement of students with R2 value of 0,021. This means that the better the mental health of students, the higher their academic achievement. These findings indicate that mental health is an important aspect that must be considered by students, lecturers, campus, and society to improve the quality of education.</p> <p>Prestasi akademik mahasiswa tingkat akhir dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah kesehatan mental. Kesehatan mental adalah kondisi psikologis dan emosional seseorang yang memungkinkannya untuk hidup dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kesehatan mental terhadap prestasi akademik mahasiswa tingkat akhir pada berbagai program studi di Fakultas Agama Islam Universitas Islam Nusantara. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan skala kesehatan mental dan indeks prestasi kumulatif (IPK) sebagai instrumen pengumpulan data. Hasil analisis regresi linier sederhana menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara kesehatan mental terhadap prestasi akademik mahasiswa dengan nilai R2 sebesar 0,021. Hal ini berarti semakin baik kesehatan mental mahasiswa, maka semakin tinggi pula prestasi akademiknya. Temuan ini mengindikasikan bahwa kesehatan mental merupakan aspek penting yang harus diperhatikan oleh mahasiswa, dosen, kampus, dan masyarakat untuk meningkatkan kualitas pendidikan.</p> 2023-07-24T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2023 Proceedings of Annual Guidance and Counseling Academic Forum https://proceeding.unnes.ac.id/agcaf/article/view/2377 Hubungan Self-Efficacy Dan Prokastinasi Akademik Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Al-Ghazali Cilacap 2023-09-01T14:08:35+07:00 Siti Nurfadhilah [email protected] Shafly Yusuf [email protected] Tifanni Sabrina [email protected] Wardah Lailatuz [email protected] Endang Rifani [email protected] <p>This study aims to determine the categories of student academic self-efficacy and procrastination, and to see the relationship between these two variables in students in completing lecture assignments. The research uses quantitative methods, data is collected from 100 respondents using self-efficacy and academic procrastination instruments. The collected data were analyzed using SPSS software for windows release 20.0. Furthermore, the Pearson Product Moment Correlation analysis shows that there is a significant negative relationship between self-efficacy and academic procrastination with the acquisition (rcount) = -0.220 at a significance level of 0.29. That is, the higher the self-efficacy of a student, the lower the level of academic procrastination. Conversely, the lower the self-efficacy of a student, the higher the level of academic procrastination</p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kategori efikasi diri dan prokrastinasi akademik mahasiswa, serta melihat hubungan antara kedua variabel tersebut pada mahasiswa dalam menyelesaikan tugas perkuliahan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, data dikumpulkan dari 100 responden dengan menggunakan instrumen efikasi diri dan prokrastinasi akademik. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan software SPSS for windows release 20.0. Selanjutnya, analisis Korelasi Pearson Product Moment menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara efikasi diri dengan prokrastinasi akademik dengan perolehan (rhitung) = -0,220 pada taraf signifikansi 0,29. Artinya, semakin tinggi efikasi diri yang dimiliki oleh seorang mahasiswa, maka semakin rendah tingkat prokrastinasi akademiknya. Sebaliknya, semakin rendah efikasi diri seorang mahasiswa, maka semakin tinggi tingkat prokrastinasi akademiknya.</p> 2023-07-24T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2023 Proceedings of Annual Guidance and Counseling Academic Forum https://proceeding.unnes.ac.id/agcaf/article/view/2378 Hubungan Antara Perilaku Altruistic dengan Kecerdasan Emosi di Mts Minat Kesugihan 2023-09-01T14:58:30+07:00 Ely Afifah [email protected] Mawardah Khoirunnisa [email protected] Rahmah Shoffiatul Zein [email protected] Endang Rifani [email protected] <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan altruistic dengan kecerdasan emosi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik korelasi. Populasi&nbsp; dalam penelitian ini adalah sejumlah 100 siswi MTS Minat kelas VII, yang terdiri dari subjek perempuan 100%. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini yaitu probability sampling yang menggunakan simple random sampling dikarenakan, populasi yang dijadikan sampel semuanya homogen yaitu siswi kelas VII. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan anlisis product moment correlation coefisien. Penelitian ini menggunakan skala perilaku altruistic dan skala kecerdasan emosi yang dianalisis menggunakan korelasi. Hasil penelitian ini membuktikan tingkat signifikan 0,000 &lt; 0,03 yang menunjukan bahwa variabel altruistic dan kecerdasan emosi memiliki hubungan yang signifikan secara bersama-sama.</p> <p>This study aims to determine the relationship between altruistic and emotional intelligence. This study uses quantitative methods with correlation techniques. The population in this study was 100 students of MTs class VII, which consisted of 100% female subjects. The sampling technique in this study was probability sampling using simple random sampling because the populations used as samples were all homogeneous, namely class VII students. The data analysis technique in this study used the product moment correlation coefficient analysis. This study uses an altruistic behavior scale and emotional intelligence scale which is analyzed using correlation. the results of this study prove a significant level of 0.000 &lt;0.03 which shows that altruistic variables and emotional intelligence have a significant relationship together.</p> 2023-07-24T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2023 Proceedings of Annual Guidance and Counseling Academic Forum https://proceeding.unnes.ac.id/agcaf/article/view/2379 Pembentukan Kelompok Dukungan untuk Meningkatkan Pengetahuan dan Pemahaman DSSJ di Desa Ketapang, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang 2023-09-01T15:03:41+07:00 Muhammad Mauladi Fathullah [email protected] <p>Ketapang Village is a village that has good social and cultural community development, but this village has the largest number of residents with mental disorders in Semarang Regency. The research data obtained shows that there are 43 residents who experience mental disorders with various common causes, including: (1) lack of awareness, understanding, and information about mental disorders and (2) there are residents with mental disorders who do not take regular treatment so that relapses occur. While the highest specific causes are congenital or hereditary genes. This research was conducted to examine in depth the training, mentoring and formation of family and community support in the DSSJ program for families with mental disorders so that they can provide promotive, preventive, curative and rehabilitative services to their families. The methodology is carried out using actions that are equipped with stages; (1) collecting data on residents with mental disorders through interviews; (2) providing supplies through focus group discussions; and (3) real application to solve psychological problems in society. Joint research stakeholders related to forming a support group consisting of the nuclear family, immediate family, cadres, and neighbors of residents who experience mental disorders. What is produced is the formation of a support group to increase knowledge, understanding, and information about mental disorders as well as oversee regular treatment of residents with mental disorders. The results of the study revealed that there was an increase in awareness, understanding and information about mental disorders and that there were residents who provide social and emotional support for family members who experience mental disorders.</p> <p>Desa Ketapang merupakan desa yang memiliki perkembangan sosial dan budaya masyarakat yang baik, namun desa ini memiliki jumlah penduduk dengan gangguan jiwa terbanyak di Kabupaten Semarang. Data penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa terdapat 43 warga yang mengalami gangguan jiwa dengan berbagai penyebab umum antara lain: (1) kurangnya kesadaran, pemahaman, dan informasi mengenai gangguan jiwa dan (2) terdapat warga dengan gangguan jiwa yang tidak melakukan pengobatan secara teratur sehingga terjadi kekambuhan. Sedangkan penyebab spesifik tertinggi adalah gen bawaan atau keturunan. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji secara mendalam tentang pelatihan, pendampingan dan pembentukan dukungan keluarga dan masyarakat dalam program DSSJ pada keluarga dengan gangguan jiwa agar dapat memberikan pelayanan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif pada keluarganya. Metodologi dilakukan dengan menggunakan aksi yang dilengkapi dengan tahapan; (1) pengumpulan data warga dengan gangguan jiwa melalui wawancara; (2) pemberian pembekalan melalui diskusi kelompok terarah; dan (3) aplikasi nyata untuk menyelesaikan permasalahan psikologis di masyarakat. Penelitian bersama stakeholder terkait membentuk kelompok pendukung yang terdiri dari keluarga inti, keluarga dekat, kader, dan tetangga warga yang mengalami gangguan jiwa. Yang dihasilkan adalah terbentuknya kelompok pendukung untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan informasi mengenai gangguan jiwa serta mengawal pengobatan rutin warga yang mengalami gangguan jiwa. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan, pemahaman dan informasi tentang gangguan jiwa serta terdapat warga yang memberikan dukungan sosial dan emosional terhadap anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa.</p> 2023-07-24T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2023 Proceedings of Annual Guidance and Counseling Academic Forum https://proceeding.unnes.ac.id/agcaf/article/view/2380 Strategi Intervensi Konseling Melalui Layanan Bimbingan Klasikal Untuk Menumbuhkan Pemahaman Akan Bahaya Bullying Terhadap Kesehatan Mental Siswa SDN 3 Gunungwetan 2023-09-04T06:02:14+07:00 Monik Yulia Nugroho [email protected] <p><em>Classical guidance services&nbsp;are one part of guidance and counseling services where this service is intended for all groups, which means anyone can receive this service.&nbsp;The process of providing guidance&nbsp;and counseling&nbsp;services&nbsp;is a service that always prioritizes communication.&nbsp;Communication is a vital tool that must be considered by counselors.&nbsp;For this reason, communication must be built as comfortable as possible by the counselor and can be accepted or understood by the counselor easily, especially counsellors with vulnerable ages 8-10 years.&nbsp;Elementary school education is the initial level of education for students to learn many good things, but not infrequently there are still behaviors that should not be done by students which later become a bad habit that has a good impact both physically and psychologically for victims if the behavior is left unchecked.&nbsp;One of them&nbsp;is bullying,&nbsp;a form of&nbsp;bullying&nbsp;that they do verbally and also non-verbally.&nbsp;Many students do not understand the dangers of bullying, through classical tutoring services, students are expected to understand the dangers of bullying behavior and be able to increase&nbsp;student awareness not to commit&nbsp;bullying&nbsp;actions. This study aims to provide students with an understanding of bullying including the from of bullying behaviour, the impact of bullying behaviour for victims, and what to do when seeing bullying events. This&nbsp;research&nbsp;is a&nbsp;practice-based research using the STAR analysis method (Situation, Challenge, Action, and Reflection</em>).</p> <p>Layanan bimbingan klasikal merupakan salah satu bagian dari layanan bimbingan dan konseling dimana layanan ini diperuntukkan bagi semua kalangan, yang berarti siapa saja dapat menerima layanan ini. Proses pemberian layanan bimbingan dan konseling merupakan layanan yang selalu mengedepankan komunikasi. Komunikasi merupakan alat vital yang harus diperhatikan oleh konselor. Untuk itu komunikasi harus dibangun senyaman mungkin oleh konselor dan dapat diterima atau dimengerti oleh konseli dengan mudah, terutama konseli dengan rentan usia 8-10 tahun. Pendidikan sekolah dasar merupakan jenjang pendidikan awal bagi siswa untuk mempelajari banyak hal baik, namun tak jarang masih ada perilaku yang tidak seharusnya dilakukan oleh siswa yang kemudian menjadi sebuah kebiasaan buruk yang berdampak baik secara fisik maupun psikis bagi korban jika perilaku tersebut dibiarkan. Salah satunya adalah bullying, bentuk perundungan yang mereka lakukan baik secara verbal maupun non verbal. Banyak siswa yang belum memahami bahaya bullying, melalui layanan bimbingan klasikal diharapkan siswa dapat memahami bahaya perilaku bullying dan mampu meningkatkan kesadaran siswa untuk tidak melakukan tindakan bullying. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada siswa mengenai bullying meliputi bentuk-bentuk perilaku bullying, dampak perilaku bullying bagi korban, dan apa yang harus dilakukan ketika melihat kejadian bullying. Penelitian ini merupakan penelitian berbasis praktik dengan menggunakan metode analisis STAR (Situation, Challenge, Action, and Reflection).</p> 2023-07-24T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2023 Proceedings of Annual Guidance and Counseling Academic Forum https://proceeding.unnes.ac.id/agcaf/article/view/2381 Inovasi Layanan Bimbingan dan Konseling untuk meningkatkan School Connectedness pada Siswa 2023-09-04T06:30:26+07:00 Budi Astuti [email protected] Eva Imania Eliasa [email protected] Caraka Putra Bhakti [email protected] Rizqi Lestari [email protected] <p><em>Mental health is crucial for students, especially in an era of increasingly advanced technological developments. One of the factors in the school environment that influences students' mental health is school connectedness. This research aims to determine the innovation of guidance and counseling services to promote the school connectedness of students. This type of research is a systematic literature review. Researchers reviewed ten articles on guidance and counseling strategies to promote school connectedness from various countries. The study results show that school connectedness can be increased through individual counseling, counselor responsiveness, open-door policy, classroom activities, and classroom management. Guidance and counseling teachers can also develop foster parents programs, Wiz Kids Programs, afterschool programs, mentoring programs, circus-based mindfulness programs, and homelessness liaisons' strategies to increase school connectedness in students. Families, schools, and communities must work together to create a learning environment that supports optimal student development.</em></p> <p>Kesehatan mental merupakan hal yang krusial bagi siswa, terutama di era perkembangan teknologi yang semakin maju. Salah satu faktor di lingkungan sekolah yang mempengaruhi kesehatan mental siswa adalah keterhubungan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui inovasi layanan bimbingan dan konseling untuk meningkatkan keterhubungan siswa di sekolah. Jenis penelitian ini adalah tinjauan literatur sistematis. Peneliti mengkaji sepuluh artikel mengenai strategi bimbingan dan konseling untuk mempromosikan keterhubungan sekolah dari berbagai negara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterhubungan sekolah dapat ditingkatkan melalui konseling individu, daya tanggap konselor, kebijakan pintu terbuka, kegiatan kelas, dan manajemen kelas. Guru bimbingan dan konseling juga dapat mengembangkan program orang tua asuh, program Wiz Kids, program setelah jam sekolah, program pendampingan, program kesadaran berbasis sirkus, dan strategi penghubung tunawisma untuk meningkatkan keterhubungan sekolah pada siswa. Keluarga, sekolah, dan masyarakat harus bekerja sama untuk menciptakan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan siswa secara optimal.</p> 2023-07-24T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2023 Proceedings of Annual Guidance and Counseling Academic Forum https://proceeding.unnes.ac.id/agcaf/article/view/2382 Penerapan Strategi Berbasis Bukti Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Siswa 2023-09-04T09:46:41+07:00 Rahmad Agung Nugraha [email protected] <p><em>This type of research is literature research, thus the purpose of this research is to describe descriptive analysis, namely to describe in a narrative way the data obtained regarding the implementation of evidence-based strategies to improve student welfare. Psychological problems in adolescents that indirectly reflect the low well-being of students, this can be seen from the high number of victims of bullying (intimidation or violence) among children/adolescents. PISA research in 2018 concluded that 41 percent of students aged 15 in Indonesia had experienced bullying, at least several times a month. The report also describes the devastating impact of bullying on its victims. The PISA researchers concluded that in general the victims had poor learning outcomes, including low achievement in literacy. Other data from a survey by the Ministry of Women's Empowerment and Child Protection (KPPPA) in 2018 stated that 2 out of 3 teenage boys and girls aged 13-17 years experienced bullying. The survey also reported short-term and long-term impacts on mental health, impaired social functioning and poor learning outcomes. In 2021, KPAI records that there are only cases of bullying in the school environment, so in improving student welfare, stronger evidence is needed to identify effective programs and approaches so that there are hopes and processes where schools can ensure approaches that lead to better results . From the research findings that have been carried out by several researchers regarding well being and satisfaction with school, it can be concluded that they can provide recommendations as evidence of predictor factors for satisfaction with school and can make programs, where according to the author there are three groups of predictors of satisfaction with school, namely professional teachers. plays an important role in its ability to influence student welfare and create quality learning, a school climate that provides a sense of security and comfort for students and support.</em></p> <p>Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan, dengan demikian tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan secara deskriptif analisis, yaitu menggambarkan secara naratif data yang diperoleh mengenai implementasi strategi berbasis bukti untuk meningkatkan kesejahteraan siswa. Permasalahan psikologis pada remaja yang secara tidak langsung mencerminkan rendahnya kesejahteraan siswa, hal ini dapat dilihat dari tingginya angka korban bullying (intimidasi atau kekerasan) dikalangan anak/remaja. Penelitian PISA pada tahun 2018 menyimpulkan bahwa 41 persen siswa berusia 15 tahun di Indonesia pernah mengalami perundungan, setidaknya beberapa kali dalam sebulan. Laporan tersebut juga menggambarkan dampak buruk dari perundungan terhadap korbannya. Para peneliti PISA menyimpulkan bahwa pada umumnya para korban memiliki hasil belajar yang buruk, termasuk rendahnya pencapaian dalam hal literasi. Data lain dari survei Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) pada tahun 2018 menyatakan bahwa 2 dari 3 remaja laki-laki dan perempuan berusia 13-17 tahun mengalami perundungan. Survei tersebut juga melaporkan dampak jangka pendek dan jangka panjang terhadap kesehatan mental, gangguan fungsi sosial, dan hasil belajar yang buruk. Pada tahun 2021, KPAI mencatat kasus perundungan hanya terjadi di lingkungan sekolah, sehingga dalam meningkatkan kesejahteraan siswa diperlukan bukti yang lebih kuat untuk mengidentifikasi program dan pendekatan yang efektif agar ada harapan dan proses dimana sekolah dapat memastikan pendekatan yang mengarah pada hasil yang lebih baik. Dari hasil temuan penelitian yang telah dilakukan oleh beberapa peneliti mengenai kesejahteraan dan kepuasan terhadap sekolah, dapat disimpulkan bahwa mereka dapat memberikan rekomendasi sebagai bukti faktor prediktor kepuasan terhadap sekolah dan dapat membuat program, dimana menurut penulis terdapat tiga kelompok prediktor kepuasan terhadap sekolah yaitu guru yang profesional memegang peranan penting dalam kemampuannya untuk mempengaruhi kesejahteraan siswa dan menciptakan pembelajaran yang berkualitas, iklim sekolah yang memberikan rasa aman dan nyaman bagi siswa dan dukungan.</p> 2023-07-24T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2023 Proceedings of Annual Guidance and Counseling Academic Forum https://proceeding.unnes.ac.id/agcaf/article/view/2383 Membiasakan Perilaku Disiplin Belajar Melalui Bimbingan Klasikal Berbantuan Media Pembelajaran Interaktif 2023-09-04T10:31:02+07:00 Novi Yuliana [email protected] Azam Nashrudin [email protected] Aldila Fitri Radite Nur Maynawati [email protected] <p><em>The purpose of this study is to describe the implementation of classical guidance services in familiarizing disciplinary behavior using interactive learning media. The research method used in this study uses a qualitative descriptive method. The data collection technique used was through an assessment of student needs questionnaires (AKPD), observation, and some information from guidance and counseling teachers. The subjects in this study were all twenty students of class X TO.2 at SMK PGRI Sukoharjo. This study uses data analysis techniques with data collection, data reduction, data presentation and drawing conclusions. The result of this writing is that students have been able to get used to disciplined learning behavior. It was proven when the guidance and counseling teacher provided student service material more enthusiastically, was able to complete discussion assignments and worksheets in a timely manner, listened when the teacher delivered material, played less online games during lessons, and did not play truant during lessons. </em></p> <p>Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pelaksanaan layanan bimbingan klasikal dalam membiasakan perilaku disiplin dengan menggunakan media pembelajaran interaktif. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah melalui angket kebutuhan peserta didik (AKPD), observasi, dan beberapa informasi dari guru bimbingan dan konseling. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X TO.2 SMK PGRI Sukoharjo yang berjumlah dua puluh orang. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penulisan ini adalah siswa sudah mampu membiasakan perilaku disiplin belajar. Terbukti ketika guru bimbingan dan konseling memberikan materi layanan siswa lebih antusias, mampu menyelesaikan tugas diskusi dan lembar kerja dengan tepat waktu, mendengarkan ketika guru menyampaikan materi, mengurangi bermain game online ketika pelajaran, dan tidak membolos ketika pelajaran.&nbsp;</p> 2023-07-24T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2023 Proceedings of Annual Guidance and Counseling Academic Forum https://proceeding.unnes.ac.id/agcaf/article/view/2384 Gambaran Sex Education pada Generasi Z di SMP Negeri 23 Banjarmasin 2023-09-05T14:43:36+07:00 Ribka Simanjuntak [email protected] Sulistiyana Sulistiyana [email protected] <p><em>Technological developments greatly affect the life of generation Z, one of which is information about sex. In order to avoid problems that can occur in the aspect of sexual development in generation Z, generation Z must have an understanding of sex education that is appropriate to the stage of their sexual development. This research was conducted with the aim of describing the description of Sex Education in Generation Z at SMP Negeri 23 Banjarmasin. This study uses a quantitative approach to the type of survey research. The data collection used was a sex education questionnaire with a Likert scale, with a total sample of 199 Generation Z or class VII students at SMP Negeri 23 Banjarmasin. The sampling technique uses a saturated sample technique. Data analysis with descriptive statistics. Based on the validity and reliability tests when testing with 30 respondents, there are 8 invalid items so that the remaining 22 items can be used and the instrument reliability value is 0.872. The results of this study indicate that Generation Z belongs to the moderate category in every aspect, which means that Generation Z knows enough about sex education. Information services regarding sex education for Generation Z can be provided through family and school education, which aims to improve and support development and prevent problems that might occur in their sexual development. It is hoped that this research can provide information so that it can be used as a reference and can be developed to be more perfect by future researchers.</em></p> <p>Perkembangan teknologi sangat mempengaruhi kehidupan generasi Z, salah satunya informasi mengenai seks. Agar terhindar dari masalah-masalah yang dapat terjadi dalam aspek perkembangan seksual pada generasi Z, maka generasi Z harus memiliki pemahaman sex education yang tepat sesuai dengan tahap perkembangan seksualnya. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendeskripsikan gambaran Sex Education pada generasi Z di Sekolah Menengah Pertama Negeri 23 Banjarmasin.&nbsp; Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian survei. Pengumpulan data yang digunakan yaitu instrumen angket sex education dengan skala Likert, dengan jumlah sampel 199 Generasi Z atau siswa kelas VII di SMP Negeri 23 Banjarmasin. Teknik penarikan sampel menggunakan teknik sampel jenuh. Analisis data dengan statistik deskriptif. Berdasarkan uji validitas dan reliabilitas saat uji coba dengan 30 responden, maka terdapat 8 item tidak valid sehingga tersisa 22 item yang dapat digunakan dan nilai reliabilitas instrumen yaitu 0,872. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Generasi Z tergolong pada kategori sedang pada setiap aspeknya, yang artinya generasi Z cukup mengetahui mengenai sex education. Layanan informasi mengenai sex education bagi Generasi Z dapat diberikan melalui pendidikan keluarga maupun sekolah, yang bertujuan untuk meningkatkan dan mendukung perkembangan serta mencegah masalah yang mungkin dapat terjadi pada perkembangan seksualnya. Harapannya penelitian ini dapat memberikan informasi sehingga dapat dijadikan referensi dan dapat dikembangkan menjadi lebih sempurna&nbsp; oleh peneliti selanjutnya.</p> 2023-07-24T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2023 Proceedings of Annual Guidance and Counseling Academic Forum https://proceeding.unnes.ac.id/agcaf/article/view/2540 Layanan Bimbingan Klasikal Dalam Pencegahan Kecanduan Gadget 2023-09-12T00:14:38+07:00 Aldila Fitri Radite Nur Maynawati [email protected] Aghita Galih Revandita [email protected] Rayhan Abi Wardana [email protected] <p><em>This research is to find out the extent to which classical tutoring services prevent students&nbsp; from being addicted to gadgets. This research was conducted using a qualitative approach by collecting data through observation, interviews and documentation (data triangulation). For research subjects taken from 10<sup>th</sup> grade of SMK students who focused on 10<sup>th</sup> grade MPLB with 19 students, the reason for choosing this class was because based on observations most students could not be far from their gadgets and there was very little socialization in class because many chose to play gadgets instead of socializing with his friends as well as interviews with the guidance counselor at the SMK. Treatment is given interactively and uses power point and educational videos to support the service. This method was chosen to attract students' interest in order to get more optimal in understanding the material given later. After being given classical services on the topic of gadget addiction and its impact on teenagers, students began to be motivated to reduce the use of gadgets in their daily life. </em></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana layanan bimbingan belajar klasikal mencegah siswa dari kecanduan gadget. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan mengumpulkan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi (triangulasi data). Untuk subjek penelitian diambil dari siswa SMK kelas 10 yang difokuskan pada kelas 10 MPLB dengan jumlah siswa 19 orang, alasan memilih kelas ini karena berdasarkan observasi sebagian besar siswa tidak bisa jauh dari gadgetnya dan sosialisasi di kelas sangat kurang karena banyak yang memilih bermain gadget daripada bersosialisasi dengan teman-temannya serta wawancara dengan guru BK di SMK tersebut. Treatment diberikan secara interaktif dan menggunakan power point dan video edukasi untuk mendukung layanan. Cara ini dipilih untuk menarik minat siswa agar lebih optimal dalam memahami materi yang diberikan nantinya. Setelah diberikan layanan klasikal dengan topik kecanduan gadget dan dampaknya bagi remaja, siswa mulai termotivasi untuk mengurangi penggunaan gadget dalam kehidupan sehari-hari.</p> 2023-07-24T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2023 Proceedings of Annual Guidance and Counseling Academic Forum https://proceeding.unnes.ac.id/agcaf/article/view/2541 Implementasi Rational Emotive Behaviour Therapy dengan Teknik Relaksasi untuk Mengurangi Kecemasan Menghadapi Ujian Siswa Kelas XII MIPA 2 di SMA Negeri 1 Gondang Tahun Ajaran 2022/2023 2023-09-12T00:30:41+07:00 Muranti Adiningsih [email protected] Erik Teguh Prakoso [email protected] Usmani Haryanti [email protected] Eny Kusumawati [email protected] <p><em>The reality that is happening now is that when facing exams students experience excessive anxiety, this is caused by anxiety about failure. The results of observations that have been made by the researcher explain that the causes of anxiety facing exams at SMA Negeri 1 Gondang are: (1) the environment where students live, (2) the mental condition of students, (3) physical factors, and (4) emotional states that are difficult to control by student. The purpose of this study was to find out "Implementation of Rational Emotive Behavior Therapy with Relaxation Techniques to Reduce Anxiety". The research method used is descriptive qualitative, data analysis in this study uses the Miles and Huberman model. Testing the validity of the data using Source Triangulation. So that the results obtained are that the Relaxation Technique is able to reduce the anxiety of facing exams experienced by students. Because it has the effect of calm, relief, and a sense of comfort. So that students can focus on doing the test again.</em></p> <p>Realitas yang terjadi saat ini adalah ketika menghadapi ujian siswa mengalami kecemasan yang berlebihan, hal ini disebabkan oleh kecemasan akan kegagalan. Hasil observasi yang telah dilakukan peneliti menjelaskan bahwa penyebab kecemasan menghadapi ujian di SMA Negeri 1 Gondang adalah: (1) lingkungan tempat tinggal siswa, (2) kondisi mental siswa, (3) faktor fisik, dan (4) keadaan emosi yang sulit dikendalikan oleh siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui “Implementasi Terapi Rational Emotive Behavior Dengan Teknik Relaksasi Untuk Mengurangi Kecemasan”. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, analisis data dalam penelitian ini menggunakan model Miles dan Huberman. Pengujian keabsahan data menggunakan Triangulasi Sumber. Sehingga diperoleh hasil bahwa Teknik Relaksasi mampu mengurangi kecemasan menghadapi ujian yang dialami siswa. Karena memiliki efek ketenangan, kelegaan, dan rasa nyaman. Sehingga siswa dapat fokus mengerjakan ulangan kembali.</p> 2023-07-24T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2023 Proceedings of Annual Guidance and Counseling Academic Forum https://proceeding.unnes.ac.id/agcaf/article/view/2542 Penerapan Layanan Bimbingan Pribadi untuk Meningkatkan Komunikasi Interpersonal Siswa di SD 2023-09-12T00:45:59+07:00 Indah Lestari [email protected] Arista Kiswantoro [email protected] Dinda Rossa Aldyan Virera [email protected] Iqlima Maharani [email protected] <p><em>Interpersonal communication is a skill that must be owned by every individual, with the aim of facilitating individuals to communicate, interact, build relationships with other people, and to handle certain social situations. The role of the counselor in improving interpersonal communication in students at the elementary school level is the most important part as a first step to explore and improve interpersonal communication in students from an early age. This research uses a qualitative research type using a descriptive type which aims to describe how the application of the services provided by counselors to students to improve students' interpersonal communication at the elementary school level. In this case, personal tutoring services are one of the most effective services used to improve interpersonal communication among students at the elementary school level. Personal guidance service is a service process provided to students, to help students improve interpersonal communication that is within them.</em></p> <p>Komunikasi interpersonal merupakan keterampilan yang harus dimiliki oleh setiap individu, dengan tujuan memudahkan individu untuk berkomunikasi, berinteraksi, membangun hubungan dengan orang lain, dan menangani situasi sosial tertentu. Peran konselor dalam meningkatkan komunikasi interpersonal pada siswa di tingkat sekolah dasar merupakan bagian terpenting sebagai langkah awal untuk menggali dan meningkatkan komunikasi interpersonal pada siswa sejak dini. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan jenis penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana penerapan layanan yang diberikan konselor kepada siswa untuk meningkatkan komunikasi interpersonal siswa di tingkat sekolah dasar. Dalam hal ini, layanan bimbingan belajar merupakan salah satu layanan yang paling efektif digunakan untuk meningkatkan komunikasi interpersonal antar siswa di tingkat sekolah dasar. Layanan bimbingan pribadi adalah proses layanan yang diberikan kepada siswa, untuk membantu siswa meningkatkan komunikasi interpersonal yang ada dalam diri mereka.</p> 2023-07-24T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2023 Proceedings of Annual Guidance and Counseling Academic Forum https://proceeding.unnes.ac.id/agcaf/article/view/2543 Kajian Literatur: Bisakah Konseling Kelompok Realita Meningkatkan Tanggung Jawab Belajar Siswa? 2023-09-12T01:28:00+07:00 Nova Setyawan [email protected] Abi Fa’izzarahman Prabawa [email protected] <p><em>The phenomenon of low student learning responsibility is one of the problems that occurs in schools, so that intervention services are needed to increase responsibility for learning. The purpose of this article is to examine reality group counseling service as an alternative intervention to improve students learning responsibility. The method used in this research is a literature study (libary research). The process of implementation of the research as follows: 1) topic selection; 2) exploration of information; 3) determining the focus of the research; 4) collecting data sources; 5) preparing data presentation; and 6) preparing the report (Mizaqon &amp; Purwoko, 2013). The results of the study provide theoretical reinforcement that reality group counseling services are able to increase students learning responsibility.</em></p> <p>Fenomena rendahnya tanggung jawab belajar siswa merupakan salah satu permasalahan yang terjadi di sekolah, sehingga diperlukan layanan intervensi untuk meningkatkan tanggung jawab belajar. Tujuan dari artikel ini adalah untuk mengkaji layanan konseling kelompok realitas sebagai alternatif intervensi untuk meningkatkan tanggung jawab belajar siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan (library research). Proses pelaksanaan penelitian sebagai berikut: 1) pemilihan topik; 2) eksplorasi informasi; 3) menentukan fokus penelitian; 4) mengumpulkan sumber data; 5) menyiapkan penyajian data; dan 6) penyusunan laporan (Mizaqon &amp; Purwoko, 2013). Hasil penelitian memberikan penguatan teoritik bahwa layanan konseling kelompok realitas mampu meningkatkan tanggung jawab belajar siswa.</p> 2023-07-24T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2023 Proceedings of Annual Guidance and Counseling Academic Forum https://proceeding.unnes.ac.id/agcaf/article/view/2544 Layanan Konseling Kelompok Teknik Terapi Bermain untuk Meningkatkan Kesejahteraan Psikologis Siswa 2023-09-12T02:01:03+07:00 Abdul Kholiq [email protected] Rahmawati Prihastuty [email protected] Nirma Latifatul Khafidhoh [email protected] Indri Yani [email protected] <p><em>Students these days face a variety of situations that affect their psychological well-being. Various phenomena found in the field are students complaining about the change in learning mode to offline, pressure from the social environment both at home and at school, and lack of assistance from counselors at school. The purpose of this study is to find whether play therapy technique group counseling services can be used to help facilitate the improvement of students' psychological well-being. The method used was a literature study. Literature was collected from various national and international journals within the last 10 years with the keywords of students' psychological well-being, group counseling services, and play therapy. The collected data were then analyzed, evaluated, and interpreted. The results of the study contribute to the science of guidance and counseling and other sciences that one of the interventions to improve students' psychological well-being that is effectively used is group counseling services with play therapy techniques. The discussion of the article includes a specification of the aspects of students' psychological well-being that are improved as well as a description of the group counseling services of play therapy techniques.</em></p> <p>Siswa akhir-akhir ini menghadapi berbagai macam situasi yang berpengaruh terhadap kesejahteraan psikologisnya. Berbagai fenomena yang ditemukan di lapangan ialah siswa mengeluhkan perubahan mode pembelajaran ke luring, tekanan dari lingkungan sosial baik di rumah maupun di sekolah, serta kurangnya pendampingan dari konselor di sekolah. Tujuan kajian ini adalah untuk menemukan apakah layanan konseling kelompok teknik terapi bermain dapat digunakan untuk membantu memfasilitasi peningkatan kesejahteraan psikologis siswa. Metode yang digunakan adalah studi literatur. Literatur dikumpulkan dari berbagai jurnal nasional dan internasional maksimal 10 tahun terakhir dengan kata kunci kesejahteraan psikologis siswa, layanan konseling kelompok, dan terapi bermain. Data yang terkumpul kemudian dianalisis, dievaluasi, dan diinterpretasikan. Hasil kajian berkontribusi pada keilmuan bimbingan dan konseling serta keilmuan lainnya bahwa salah satu intervensi untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis siswa yang efektif digunakan adalah layanan konseling kelompok teknik terapi bermain. Pembahasan artikel mencakup spesifikasi aspek kesejahteraan psikologis siswa yang ditingkatkan serta deskripsi layanan konseling kelompok teknik terapi bermain.</p> 2023-07-24T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2023 Proceedings of Annual Guidance and Counseling Academic Forum https://proceeding.unnes.ac.id/agcaf/article/view/2546 Javanese Traditional Clothing Yogyakarta Palace Culture (The Implications for Guidance and Counseling Services) 2023-09-14T10:57:40+07:00 Agus Basuki [email protected] <p><em>Traditional clothing as traditional clothing in the Special Region of Yogyakarta is important because there is a symbol of identity inherent in the clothing, so that it is not only a body protector, and aesthetic value but also a religious meaning that needs to be understood for the wearer. This research approach is with a qualitative approach that aims to describe traditional clothing to instill local wisdom. Research to reveal the semiotic message of historical objects in the palace environment or remains of the palace is part of the focus of study in the field of science itself. Investigating signs not only provides a way to see messages as communication; they have a powerful influence on almost all perspectives</em><em>. The result of the study is the concept of <strong>“ajining sariro dumuning busono</strong>”, which means that a person's physical body will be appreciated if wrapped in appropriate clothing. Deserving is not enough to mean expensive and luxurious, but it is quite polite and appropriate to the environment. Each social group has different dress traditions. Each social group has different dress traditions. The group's clothing is a collective pride and greatness as shown by the clothes of the Ngayogyakarta palace. Therefore one should be able to carry oneself in dress.&nbsp; How to dress flexibly will make it easy for people to get along with the community or social layer. Clothing depicts a person's soul that is very easy for others to judge.&nbsp; Good and modest manners and dress can make a person respectable.&nbsp; This meaning is extracted from <strong>“Surjan</strong>” clothing from the word <strong>“siro+jan”</strong> which means <strong>&nbsp;“pepadhang”</strong> or lamp</em></p> <p><em>Pakaian adat seperti pakaian adat di Daerah Istimewa Yogyakarta penting karena terdapat simbol identitas yang melekat pada pakaian tersebut, sehingga tidak hanya pelindung tubuh, dan nilai estetika tetapi juga makna religius yang perlu dipahami bagi masyarakat. pemakai. Pendekatan penelitian ini dengan pendekatan kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan pakaian adat guna menanamkan kearifan lokal. Penelitian untuk mengungkap pesan semiotika benda-benda bersejarah di lingkungan keraton atau peninggalan keraton merupakan bagian dari fokus kajian dalam bidang ilmu itu sendiri. Menyelidiki tanda tidak hanya menyediakan cara untuk melihat pesan sebagai komunikasi; mereka memiliki pengaruh yang kuat di hampir semua perspektif. Hasil dari penelitian ini adalah konsep <strong>“ajining sariro dumuning busono”</strong> yang artinya tubuh jasmani seseorang akan dihargai jika dibalut dengan pakaian yang pantas. Layak tidak cukup berarti mahal dan mewah, tetapi cukup sopan dan sesuai dengan lingkungan. Setiap kelompok sosial memiliki tradisi berpakaian yang berbeda. Setiap kelompok sosial memiliki tradisi berpakaian yang berbeda. Busana kelompok merupakan kebanggaan dan kebesaran kolektif seperti yang ditunjukkan oleh busana keraton Ngayogyakarta. Oleh karena itu seseorang harus dapat membawa diri dalam pakaian. Cara berpakaian yang luwes akan memudahkan masyarakat untuk bergaul dengan masyarakat atau lapisan sosial. Busana menggambarkan jiwa seseorang yang sangat mudah dinilai oleh orang lain. Tata krama dan pakaian yang baik dan sopan dapat membuat seseorang terhormat. Makna ini disarikan dari pakaian <strong>“surjan”</strong> dari kata “<strong>siro+jan”</strong> yang berarti <strong>“pepadhang”</strong> atau pelita.</em></p> 2023-07-24T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2023 Proceedings of Annual Guidance and Counseling Academic Forum https://proceeding.unnes.ac.id/agcaf/article/view/2547 Benarkah terjadi Fase Quarterlife Crisis pada Mahasiswa? 2023-09-14T11:42:36+07:00 Ririanti Rachmayanie Jamain [email protected] Nina Permata Sari [email protected] Siti Maulina Ningrum [email protected] <p><em>The existence of new responsibilities, identity confusion, loss of direction followed by feelings of helplessness, fear and worry about the future that occur in individuals aged 20 causes an emotional crisis known as a quarterlife crisis. The purpose of this study is to analyze the description of the quarterlife crisis phase in Guidance and Counseling students at the Lambung Mangkurat University including factors, impact and individual efforts in dealing with a quarterlife crisis. Descriptive research methodologies are used in this study's qualitative research design. Purposive sampling was utilized to choose the informants, namely students of Counseling Study Program batches 2019 and 2020. Informants amounted to 3 people aged 20 - 21 years. Interviews, observation, and documentation were employed as research instruments, and Miles and Huberman's reduction, presentation, and verification data analysis methodologies were applied. a method of applying technical triangulation to verify the accuracy of the data. The results of the study stated that the quarter-life crisis in Guidance and Counseling students at Lambung Mangkurat University had an impact on emotional conditions. But the intensity of the impact is not so significant in daily lives. Factors causing the quarterlife crisis are inhibited self-exploration, unstable motivation, and procrastination. Efforts made by individuals when facing a quarterlife crisis are channeling their interests/hobbies, having faith and praying to God Almighty, and having a flexible mind.</em></p> <p>Adanya tanggung jawab baru, kebingungan identitas, kehilangan arah yang diikuti dengan perasaan tidak berdaya, ketakutan dan kekhawatiran akan masa depan yang terjadi pada individu usia 20 tahun menyebabkan krisis emosional yang dikenal dengan quarter life crisis. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis gambaran fase quarterlife crisis pada mahasiswa Bimbingan dan Konseling Universitas Lambung Mangkurat meliputi faktor, dampak dan upaya individu dalam menghadapi quarterlife crisis. Metodologi penelitian deskriptif digunakan dalam desain penelitian kualitatif penelitian ini. Purposive sampling digunakan untuk memilih informan yaitu mahasiswa Prodi Konseling angkatan 2019 dan 2020. Informan berjumlah 3 orang berusia 20-21 tahun. Wawancara, observasi, dan dokumentasi digunakan sebagai instrumen penelitian, dan metodologi analisis data reduksi, presentasi, dan verifikasi Miles dan Huberman diterapkan. metode penerapan triangulasi teknis untuk memverifikasi keakuratan data. Hasil penelitian menyebutkan bahwa quarter life crisis pada mahasiswa Bimbingan dan Konseling Universitas Lambung Mangkurat berdampak pada kondisi emosional. Namun intensitas dampaknya tidak begitu signifikan dalam kehidupan sehari-hari. Faktor penyebab quarter life crisis adalah eksplorasi diri yang terhambat, motivasi yang tidak stabil, dan penundaan. Upaya yang dilakukan individu saat menghadapi quarter life crisis adalah menyalurkan minat/hobi, beriman dan berdo'a kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta memiliki pikiran yang luwes.</p> 2023-07-24T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2023 Proceedings of Annual Guidance and Counseling Academic Forum https://proceeding.unnes.ac.id/agcaf/article/view/2548 Bimbingan dan Konseling Belajar Pada Siswa Disabilitas Tunarungu di Sekolah Luar Biasa Darma Asih Pontianak 2023-09-14T12:45:00+07:00 Siti Cahyati Intan Pratiwi [email protected] Rezifa Erda Nurmasya [email protected] Dwi Andri Rusdi [email protected] Bella Yugi Fazny [email protected] <p><em>Students with hearing impairments have their own learning attitudes and learning challenges. Even though students with disabilities have studied at special schools, they still face several obstacles. One of the areas of study guidance and counseling services can help students with disabilities recognize their own potential so that they have learning skills despite their limitations. The qualitative research method with a descriptive case study approach was carried out using observation instruments and interviews with student assistant teachers and 6 deaf students from class XI SMA SLB C in Pontianak. Researchers also conducted a literature review to provide an in-depth view of the guidance and counseling services needed by students with disabilities. The results of this study will further examine the learning attitudes of deaf students in the classroom, by prioritizing indicators of communicative processes, responses when learning, and learning activities. Students with hearing impairments have emotional vulnerability when it is difficult to understand the lessons conveyed by the class teacher. The results of this research study can be used as a reference for Schools and Outside Schools in accompanying and facilitating the learning needs of students with hearing impairments.</em></p> <p>Siswa tunarungu memiliki sikap belajar dan tantangan belajar tersendiri. Meskipun siswa difabel pernah belajar di sekolah luar biasa, mereka masih menghadapi beberapa kendala. Salah satu bidang layanan Bimbingan Belajar dan Konseling dapat membantu siswa difabel untuk mengenali potensi dirinya sehingga memiliki kemampuan belajar meskipun dengan keterbatasan. Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus deskriptif dilakukan dengan menggunakan instrumen observasi dan wawancara dengan guru pendamping siswa dan 6 siswa tunarungu kelas XI SMA SLB C Pontianak. Peneliti juga melakukan literature review untuk memberikan gambaran secara mendalam tentang layanan bimbingan dan konseling yang dibutuhkan oleh siswa difabel. Hasil penelitian ini selanjutnya akan mengkaji sikap belajar siswa tunarungu di kelas, dengan mengutamakan indikator proses komunikatif, respon saat pembelajaran, dan aktivitas pembelajaran. Siswa tunarungu memiliki kerentanan emosional ketika sulit memahami pelajaran yang disampaikan oleh guru kelas. Hasil kajian penelitian ini dapat dijadikan acuan bagi Sekolah dan Luar Sekolah dalam mendampingi dan memfasilitasi kebutuhan belajar siswa tunarungu.</p> 2023-07-24T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2023 Proceedings of Annual Guidance and Counseling Academic Forum https://proceeding.unnes.ac.id/agcaf/article/view/2554 Bimbingan dan Konseling Kedamaian dalam Mendukung Kesehatan Mental Siswa 2023-09-15T00:18:16+07:00 Eva Imania Eliasa [email protected] <p><em>Students must have mental health so that they can be balanced in their thoughts and behavior. To create students' mental health, a comfortable and peaceful school environment is needed. One of the supporting elements is Guidance and Counseling which includes programs and activities that provide comfort and peace for students. The program is Peace Guidance and Counseling which provides a comfortable and peaceful atmosphere for students at school. The aim of the research is to identify how peace guidance and counseling support students' mental health. This study used a qualitative approach with the literature review method. Data collection uses supporting books, journals, and articles. The data analysis technique uses descriptive qualitative. The findings from this study are Peace Guidance and Counseling in supporting students' mental health by 1) creating a zone of peace in the school environment; 2) the teacher as a peace educator becomes a peaceful personal role model and transmits the spirit of peace in the classroom; 3) school principals support strategic policies to build peaceful schools; 4) as well as staff and the academic community at school who provide peace for students, so that students can study in peace, socialize well, can develop themselves to the fullest and become mentally healthy.</em></p> <p>Siswa harus memiliki sehat mental agar dapat seimbang dalam pikiran dan perilakunya.&nbsp; Untuk terciptanya sehat mental siswa, diperlukan lingkungan sekolah yang nyaman dan damai. Salah satu unsur pendukungnya adalah Bimbingan dan Konseling yang didalamnya memuat program dan kegiatan yang memberikan kenyamanan dan kedamaian bagi siswa. Program tersebut adalah Bimbingan dan Konseling Kedamaian yang memberikan atmosfer nyaman dan damai bagi siswa di sekolah. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi bagaimana bimbingan dan konseling kedamaian dalam mendukung kesehatan mental siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian literatur. Pengumpulan data menggunakan jurnal dan artikel yang mendukung. Teknik analisis data menggunakan deskriptif kualitatif. Temuan dari penelitian ini adalah Bimbingan dan Konseling Kedamaian dalam mendukung kesehatan mental siswa adalah dengan: 1) menciptakan zone of peace di lingkungan sekolah; 2) guru sebagai peace educator&nbsp; menjadi role model pribadi damai dan menularkan spirit kedamaian di kelas; 3) kepala sekolah mendukung kebijakan strategis untuk membangun sekolah damai; 4) serta staf dan civitas akademika di sekolah yang memberikan kedamaian bagi siswa, sehingga siswa bisa belajar dengan tenang, bersosialisasi dengan baik, dapat mengembangkan dirinya dengan maksimal dan menjadi sehat mentalnya.</p> 2023-07-24T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2023 Proceedings of Annual Guidance and Counseling Academic Forum https://proceeding.unnes.ac.id/agcaf/article/view/2556 Studi Kepustakaan : Peran Konselor dalam Meningkatkan Perilaku Mencari Bantuan Psikologis 2023-09-15T00:26:51+07:00 Arina Indasah [email protected] Jati Setiya Ningrum [email protected] <p><em>Psychological help seeking is an important thing to do when someone has problems with their mental health. Considering from the high number of cases related to mental health, the behavior of psychological help seeking should also be at a high level awareness. But in reality the behavior of psychological help seeking is still quite low, especially in the educational environment. This is shown by the many cases of bullying among students. This article aims to provide a description of the counselor's role in increasing psychological help-seeking behavior, in particular to reduce inhibiting factors in psychological help seeking. The method used in writing this article uses literature studies. This research was conducted using the literature study method with the aim of exploring the behavior of seeking psychological help and the role of the counselor to increase the attitude of seeking psychological help.. The results show that counselors need to take a role in reducing the inhibiting factors for psychological help seeking by (l) increasing mental health literacy, (2) building a positive public stigma against people who need mental health services, and (3) playing an active role in the counseling process by apply counseling techniques. Counselors whose role is to reduce inhibiting factors in seeking psychological assistance will increase the number of recipients of psychological services, and can maximize their role in providing services to people who need help from a professional counselor</em>.</p> <p>Pencarian bantuan psikologis merupakan hal penting yang harus dilakukan ketika seseorang memiliki masalah dengan kesehatan mentalnya. Mengingat tingginya kasus yang berkaitan dengan kesehatan jiwa, maka perilaku pencarian bantuan psikologis juga harus berada pada tingkat kewaspadaan yang tinggi. Namun pada kenyataannya perilaku pencarian pertolongan psikologis masih cukup rendah terutama di lingkungan pendidikan. Hal ini ditunjukkan dengan banyaknya kasus bullying di kalangan pelajar. Artikel ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang peran konselor dalam meningkatkan perilaku pencarian bantuan psikologis, khususnya untuk mengurangi faktor penghambat pencarian bantuan psikologis. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini menggunakan studi literatur. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode studi pustaka dengan tujuan menggali perilaku mencari bantuan psikologis dan peran konselor untuk meningkatkan sikap mencari bantuan psikologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konselor perlu mengambil peran dalam mengurangi hambatan faktor pencarian bantuan psikologis dengan (l) meningkatkan literasi kesehatan mental, (2) membangun stigma positif masyarakat terhadap orang yang membutuhkan layanan kesehatan mental, dan (3) berperan aktif dalam proses konseling dengan menerapkan teknik konseling. Konselor yang berperan untuk mengurangi faktor penghambat dalam mencari bantuan psikologis akan meningkatkan jumlah penerima layanan psikologis, serta dapat memaksimalkan perannya dalam memberikan layanan kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan dari seorang konselor profesional.</p> 2023-07-24T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2023 Proceedings of Annual Guidance and Counseling Academic Forum https://proceeding.unnes.ac.id/agcaf/article/view/2555 Pengaruh Katarsis dalam Menulis Journaling pada Korban Bullying: A Systematic Literature Review 2023-09-15T01:13:27+07:00 Siti Azizah [email protected] Resa Pujianti [email protected] <p><em>The cathartic process obtained when writing journaling is that emotional experiences in someone who experiences bullying can provide benefits for themselves to reduce disturbing symptoms and improve physical and psychological well-being. Catharsis from a psychoanalytic point of view is the expression and release of repressed emotions. The purpose of this study is to obtain an overview of the effect of catharsis in writing journaling on victims of bullying. This study used the literature review method to collect data. The use of this method is based on the description in the literature review that can identify topics regarding the cathartic effect of writing journaling to help victims of bullying express the emotions they feel. In this study, the review was conducted on twenty articles relevant to the title discussed, namely </em>"Pengaruh Katarsis dalam Menulis <em>Journaling</em> pada Korban <em>Bullying</em>"<em>. As for getting the appropriate publications, the research used the right keywords. This study, using the research question search process method. Research questions or research questions are made by researchers based on the needs of the chosen topic. Meanwhile, a search process is used to obtain or search for relevant sources to answer the research question (RQ).&nbsp; This research is based on the collection of several research articles related to catharsis that have been applied to writing journaling for victims of bullying. The researcher can conclude that the application of catharsis in writing journaling can help victims of bullying to express the emotions they feel. With this, the researcher found that catharsis in writing journaling has a positive impact on victims of bullying so that it can be used as a recommendation for further research.</em></p> <p>Proses katarsis yang didapat saat menulis jurnal adalah pengalaman emosional pada seseorang yang mengalami bullying dapat memberikan manfaat bagi dirinya sendiri untuk mengurangi gejala yang mengganggu dan meningkatkan kesejahteraan fisik dan psikologis. Katarsis dari sudut pandang psikoanalitik adalah ekspresi dan pelepasan emosi yang tertekan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran tentang pengaruh katarsis menulis jurnal pada korban bullying. Penelitian ini menggunakan metode literature review untuk mengumpulkan data. Penggunaan metode ini didasarkan pada deskripsi dalam tinjauan pustaka yang dapat mengidentifikasi topik mengenai efek katarsis menulis jurnal untuk membantu korban bullying mengekspresikan emosi yang mereka rasakan. Dalam penelitian ini dilakukan review terhadap dua puluh artikel yang relevan dengan judul yang dibahas, yaitu “Pengaruh Katarsis dalam Menulis Journaling pada Korban Bullying”. Adapun untuk mendapatkan publikasi yang sesuai, penelitian menggunakan kata kunci yang tepat. Penelitian ini, menggunakan metode proses pencarian pertanyaan penelitian. Pertanyaan penelitian atau research question dibuat oleh peneliti berdasarkan kebutuhan topik yang dipilih. Sedangkan proses pencarian digunakan untuk memperoleh atau mencari sumber-sumber yang relevan untuk menjawab pertanyaan penelitian (RQ). Penelitian ini didasarkan pada kumpulan beberapa artikel penelitian terkait katarsis yang telah diterapkan dalam menulis jurnal bagi korban bullying. Peneliti dapat menyimpulkan bahwa penerapan katarsis dalam menulis jurnal dapat membantu korban bullying untuk mengekspresikan emosi yang mereka rasakan. Dengan ini peneliti menemukan bahwa katarsis dalam menulis jurnal memiliki dampak positif bagi korban bullying sehingga dapat dijadikan rekomendasi untuk penelitian selanjutnya.</p> 2023-07-24T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2023 Proceedings of Annual Guidance and Counseling Academic Forum https://proceeding.unnes.ac.id/agcaf/article/view/2557 Pengaruh Persepsi Siswa Tentang Kompetensi Guru BK Terhadap Intensi Dalam Memanfaatkan Layanan BK 2023-09-15T01:24:08+07:00 Muhammad Nadzif Fikri [email protected] Sigit Hariyadi [email protected] <p><em>Students tend to have diverse interests in responding to the guidance and counseling services available at their schools. Guidance and counseling teachers as executors of guidance and counseling services have an important role in attracting students' attention through competence shown through interactions that occur both during the process of providing guidance and counseling services or in everyday life. Therefore, counseling teachers must be able to optimize their competencies so that they can attract the attention of students so they want to maximize opportunities to take part in the available guidance and counseling services. The aim of the study was to determine the effect of students' perceptions of the competence of counseling teachers on their intention to utilize counseling services for public high schools in Pemalang District. The population in this study consisted of all students of class X totaling 432 students using a correlational quantitative research method and then using a proportional sampling technique so that a sample of 203 students was obtained. Data collection was carried out using the psychological scale of students' perceptions of the competence of the counseling teacher and the psychological scale of intentions in utilizing guidance and counseling services after going through the results of the validity of the perception scale totaling 29 items and the intention scale of 18 items then the results of the perception scale reliability of 0.882 and the intention scale of 0.903. The data analysis technique used was correlational analysis with the results of this study showing that there was an influence from students' perceptions of the competence of counseling teachers at 33.3%. This means that on the basis of the theory used, namely Theory of Planned Behavior, in this theory intentions can be influenced by three factors, namely attitudes, subjective norms and perceptions so that intentions in this study can be influenced by perception factors by 33.3% then by 66.7% influenced by attitudes and subjective norms.</em></p> <p>Siswa cenderung memiliki ketertarikan yang beragam dalam menanggapi layanan bimbingan dan konseling yang terdapat di sekolahnya. Guru BK sebagai pelaksana layanan bimbingan dan konseling memiliki peran penting dalam menarik perhatian siswa melalui kompetensi yang ditunjukan lewat interaksi yang terjadi baik selama proses pemberian layanan bimbingan dan konseling ataupun dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu guru BK harus bisa mengoptimalkan kompetensi yang dimiliki agar dapat menarik perhatian siswa supaya mau memaksimalkan kesempatan untuk mengikuti layanan bimbingan dan konseling yang tersedia. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh persepsi siswa tentang kompetensi guru BK terhadap intensi dalam memanfaatkan layanan BK SMA Negeri di Kecamatan Pemalang. Populasi pada penelitian ini berupa seluruh siswa kelas X berjumlah 432 siswa dengan metode penelitian kuantitatif korelasional kemudian menggunakan teknik proportional sampling sehingga mendapatkan sampel berjumlah 203 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan skala psikologis persepsi siswa tentang kompetensi guru BK dan skala psikologis intensi dalam memanfaatkan layanan bimbingan dan konseling setelah melalui hasil validitas skala persepsi&nbsp; berjumlah 29 butir dan skala intensi 18 butir kemudian hasil reliabilitas skala persepsi sebesar 0,882 dan skala intensi sebesar 0,903. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis korelasional dengan hasil penelitian ini menunjukan adanya pengaruh dari persepsi siswa tentang kompetensi guru BK sebesar 33,3%. Artinya pada dasar teori yang digunakan yaitu <em>Theory of Planned Behavior</em>, pada teori ini intensi dapat dipengaruhi oleh tiga faktor yaitu sikap, norma subjektif dan persepsi sehingga intensi pada penelitian ini dapat dipengaruhi oleh faktor persepsi sebesar 33,3% kemudian sebesar 66,7% dipengaruhi oleh sikap dan norma subjektif.</p> 2023-07-24T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2023 Proceedings of Annual Guidance and Counseling Academic Forum https://proceeding.unnes.ac.id/agcaf/article/view/2558 Hubungan antara Self-Control dengan Prokastinasi Akademik pada Siswi MA Minat Kesugihan Cilacap 2023-09-15T01:46:23+07:00 Fadhilatun Ni’mah [email protected] Umi Badingatus Salamah [email protected] Ummu Kulsum [email protected] Endang Rifani [email protected] <p><em>This study aims to determine the relationship between self-control and academic procastination in female students. Data was collected by questionnaires and analysis. The population in this study amounted to 100 MA students in grades 10, 11, and 12, consisting of female subjects consisting of 100%. The sample in this study was obtained using simple random sampling. The data analysis technique in this study The population in this study amounted to 100 MA students in grades 10, 11, and 12, consisting of female subjects consisting of 100%. The sample in this study was obtained using simple random sampling. The data analysis technique in this study uses Frequensy Distribution Analysis. Based on the resulting correlation coefficient score, there is a relationship between self-control and academic procastination. This can be seen from pearson correlation students with an MA MINAT Kesugihan Cilacap.</em></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara self-control dengan prokastinasi akademik pada siswi. Data dikumpulkan dengan kuesioner dan analisis. Populasi dalam penelitian ini adalah berjumlah 100 Siswi MA kelas X,XI, dan XII, yang terdiri dari subjek perempuan dari 100 %. Sampel dalam penelitian ini diperoleh dengan menggunakan simple random sampling. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan Analisis Distribusi Frequensy. Berdasarkan skor koefisien korelasi yang dihasilkan ada hubungan antara self-control dengan prokastinasi akademik. Hal ini dapat dilihat dari pearson correlation katagori (1) 239 sama pearson correlation katagori (2) 239. Sehingga dapat dikatakan ada hubungan antara self -control dengan prokastinasi akademik pada siswi MA MINAT Kesugihan Cilacap.</p> 2023-07-24T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2023 Proceedings of Annual Guidance and Counseling Academic Forum https://proceeding.unnes.ac.id/agcaf/article/view/2559 Model Konseling Islami untuk Meningkatkan Spiritual Well Being Peserta Didik 2023-09-15T01:57:10+07:00 Otih Jembarwati [email protected] <p><em>Value education is known internationally including morals in education, character education and educational ethics, have differences or variations in meaning. There are several differences that develop in beliefs in the personal world and the social world. These moral values will be reflected in the learning process which is not only related to the learning process of individual students but also in the form of interactions between students and teachers and the entire system in the learning process (Lovat, 2009). The personal world is different from the values of society legitimately, this can illustrate the role of interaction in the learning process which shows the important role of the teacher and school. Values in the learning and education process do not dominate all processes, but other components, such as conditions at home , complement the successful application of morals in schools. In fact, sense in teaching and schooling produces the following research results; the application of neutral values still results in consideration of the importance of social effects on education such as the role of the family. The personal world is different from the values of society legitimately, this can illustrate the role of interaction in the learning process which shows the important role of the teacher and school. Values in the learning and education process do not dominate all processes, but other components, such as conditions at home, complement the successful application of morals in schools. The application of these values in behavior change so far is still in the form of slogans or directions that are still in the form of a vision that is not yet clear in implications and implementation. The application of Islamic values for behavior change in the counseling process is interesting to study. This literature review research aims to dig deeper into the implementation of Islamic value counseling through a review of research articles using the Systematic Literature Study method , as well as issues and topics raised in the population of high school and junior high school students.</em></p> <p>Pendidikan nilai yang dikenal secara internasional meliputi moral dalam pendidikan, pendidikan karakter dan etika pendidikan, memiliki perbedaan atau variasi makna. Ada beberapa perbedaan yang berkembang dalam keyakinan dalam dunia personal dan dunia sosial. Nilai-nilai moral tersebut akan tercermin dalam proses pembelajaran yang tidak hanya terkait dengan proses pembelajaran individu siswa tetapi juga dalam bentuk interaksi antara siswa dan guru serta seluruh sistem dalam proses pembelajaran (Lovat, 2009). Dunia pribadi berbeda dengan nilai-nilai masyarakat secara sah, hal ini dapat menggambarkan peran interaksi dalam proses pembelajaran yang menunjukkan peran penting guru dan sekolah. Nilai-nilai dalam proses pembelajaran dan pendidikan tidak mendominasi semua proses, tetapi komponen lain seperti kondisi di rumah melengkapi keberhasilan penerapan akhlak di sekolah. Padahal, pengertian dalam pengajaran dan persekolahan menghasilkan hasil penelitian sebagai berikut; penerapan nilai-nilai netral masih menghasilkan pertimbangan pentingnya pengaruh sosial terhadap pendidikan seperti peran keluarga. Dunia pribadi berbeda dengan nilai-nilai masyarakat secara sah, hal ini dapat menggambarkan peran interaksi dalam proses pembelajaran yang menunjukkan peran penting guru dan sekolah. Nilai-nilai dalam proses pembelajaran dan pendidikan tidak mendominasi semua proses, tetapi komponen lain seperti kondisi di rumah melengkapi keberhasilan penerapan akhlak di sekolah. Penerapan nilai-nilai tersebut dalam perubahan perilaku selama ini masih berupa slogan atau arahan yang masih berupa visi yang belum jelas implikasi dan implementasinya. Penerapan nilai-nilai Islam untuk perubahan perilaku dalam proses konseling menarik untuk dikaji. Penelitian tinjauan pustaka ini bertujuan untuk menggali lebih dalam implementasi konseling nilai Islami melalui telaah artikel penelitian dengan metode Studi Sastra Sistematis, serta isu dan topik yang diangkat pada populasi siswa SMA dan SMP.</p> 2023-07-24T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2023 Proceedings of Annual Guidance and Counseling Academic Forum https://proceeding.unnes.ac.id/agcaf/article/view/2560 Prediksi Dukungan Sosial Online terhadap Kesejahteraan Subjektif: Studi pada Pengguna Instagram dan Twitter 2023-09-15T02:03:25+07:00 Rahmah Nafisah [email protected] Sunawan Sunawan [email protected] <p><em>Subjective well-being plays a key role in physical and mental health, social relationships, and career successes. So it can be stated that individuals with a good level of subjective well-being are individuals who are happy and successful in their lives. This study aimed to examine the predictions of online social support on the subjective well-being of Twitter and Instagram users. Regression analysis was used as the research method. Participants were asked to fill out two questionnaires, namely, the positive negative scale and the online social support scale. The sample in this study was Class X students from SMK Negeri Semarang. The results of the study state that social support in the form of emotion can be a predictor of subjective well-being through Twitter, but only in positive affective’s aspects. The possibility is that Twitter is a text-based platform that allows users to send or share messages briefly through a wide network of users from all over the world. Twitter's contribution in providing social support can be provided through features such as bases, tweets, retweets, threads or hashtags.</em></p> <p>Kesejahteraan subjektif memainkan peran penting dalam kesehatan fisik dan mental, hubungan sosial, dan kesuksesan karir. Sehingga dapat dikatakan bahwa individu dengan tingkat kesejahteraan subjektif yang baik adalah individu yang bahagia dan sukses dalam hidupnya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji prediksi dukungan sosial online terhadap kesejahteraan subjektif pengguna Twitter dan Instagram. Analisis regresi digunakan sebagai metode penelitian. Partisipan diminta untuk mengisi dua kuesioner, yaitu skala negatif positif dan skala dukungan sosial online. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMK Negeri Semarang. Hasil penelitian tersebut menyatakan bahwa dukungan sosial dalam bentuk emosi dapat menjadi prediktor kesejahteraan subjektif melalui Twitter, namun hanya pada aspek afektif positif. Hal ini dimungkinkan karena Twitter merupakan platform berbasis teks yang memungkinkan penggunanya untuk mengirim atau berbagi pesan secara singkat melalui jaringan pengguna yang luas dari seluruh dunia. Kontribusi Twitter dalam memberikan dukungan sosial dapat diberikan melalui fitur-fitur seperti base, tweet, retweet, thread, atau hashtag.</p> 2023-07-24T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2023 Proceedings of Annual Guidance and Counseling Academic Forum