KONFIGURASI CEKUNGAN SEDIMEN BERDASARKAN SURVEI MAGNETOTELLURIK, STUDI KASUS DI TELUK KAU, HALMAHERA, INDONESIA

  • Bambang Sugiarto Universitas Padjadjaran
Keywords: Eksplorasi Migas, Konfigurasi Batuan Dasar, Magnetotellurik, Mesozoik, Teluk Kau, Basement Configuration, Kao Bay, Magnetotelluric, Mesozoic, Oil and Gas Exploration

Abstract

Pada tahun 2013 dilakukan survei magnetotellurik untuk mendukung kegiatan eksplorasi migas daerah frontier di Kawasan Timur Indonesia. Akuisisi data magnetotellurik menggunakan Phoenix Geophysics MTU-5A dengan koil MTC-50 pertama kali dilakukan dalam riwayat eksplorasi daerah Teluk Kau, Halmahera, Indonesia. Penelitian ini menggunakan 65 MT-Station dengan interval 1.0 hingga 2.0 kilometer. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui konfigurasi batuan dasar cekungan sedimen di daerah ini. Hasil pengolahan data magnetotellurik menunjukkan delineasi dan sebaran lapisan sedimen yang tebal, berkisar antara 2100 hingga 3000 meter pada bagian barat, serta lapisan sedimen yang sangat tebal, berkisar antara 3000 hingga 4000 meter pada bagian timur lintasan pemodelan bawah permukaan (Line B). Hasil pemodelan ini diverifikasi menggunakan data gaya berat dan data seismik yang tersedia. Batuan sedimen yang tebal ini kemungkinan berumur Mesozoik (pra-tersier). Sedimen berumur Mesozoik ini bisa menjadi potensi keberadaan cekungan migas.

 

In 2013 a magnetotellulic survey was carried out in the frontier regions of Eastern Indonesia to support oil and gas exploration activities. The acquisition of Magnetotelluric data using Phoenix Geophysics MTU-5A with MTC-50 coil was the first time in Kao Bay exploration history. This study uses 65 MT-station with interval 1.0 to 2.0 kilometers. The aims of this study to determine the basement configuration of sedimentary basin in this area. The result of magnetotelluric data processing showed delineation and distribution of thick sedimentary layers, ranging from 2100 to 2000 meters in the western part, snd very thick sedimentary layer ranging from 3000 to 4000 meter in the eastern part of the subsurface model (Line B). The result of this modelling are verified using available gravity and seismic data. These thick sedimentary layers are probably Mesozoic (pre-tertiary) age. This Mesozoic sediment can be a potential for existence of oil and gas basin.

Published
2020-01-16