TEKNIK BUDIDAYA RUMPUT LAUT (Caulerpa racemosa) DENGAN METODE SEBAR DI BALAI BESAR PERIKANAN BUDIDAYA AIR PAYAU JEPARA, JAWA TENGAH

  • Rika Emiliya Fatmawati Universitas Tidar
  • Afrizal Candra Aditya Universitas Tidar
  • Meli Susanti Universitas Tidar
Keywords: Aquaculture, Scatter method, C. racemosa, Metode sebar, Budidaya, Latoh

Abstract

Rumput laut latoh (Caulerpa racemosa) merupakan kelompok alga yang banyak mengandung antioksidan dan mampu menangkal radikal bebas karena mengandung asamfolat, tiamin, dan asam askorbat. Ketersediaan latoh masih banyak bergantung pada alam dan belum banyak dibudidayakan secara baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, mengamati, melakukan dan menganalisis secara langsung teknik budidaya dan proses penanaman rumput laut latoh (C.Racemosa) dengan metode sebar di Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau Jepara, Jawa Tengah. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli-Agustus 2019. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode pendekatan permodelan sistem yang didasarkan pada analisis produksi rumput laut budidaya rumput laut latoh (C. racemosa). Budidaya rumput laut latoh (C.racemosa) dipengaruhi oleh beberepa parameter, yaitu parameter fisika (suhu dan kecerahan), dan parameter kimia (pH, salinitas, DO, NO3, PO4). Hasil penelitian menunjukkan laju pertumbuhan harian rumput laut latoh (C.Racemosa) pada bobot awal 10 gr dengan metode sebar nilai yang didapatkan 2,63 %, dengan suhu (27-31oC), Kecerahan (29-33 cm), pH (9), Salinitas (31-35 ppt), DO (5-11 ppm), NO3 (0 mg/L), PO4 (0,003-0,019 mg/L).

 

Latoh seaweed (Caulerpa racemosa) is a group of algae that contains many antioxidants and is able to ward off free radicals because they contain acid, thiamine, and ascorbic acid. Latoh availability still depends a lot on nature and has not been well cultivated. This study aims to study, discuss, conduct and analyze directly the cultivation techniques and the process of planting seaweed (C. Racemosa) with the scatter method at the Central Brackish Aquaculture Fisheries in Jepara, Central Java. This research was conducted in July-August 2019. Data analysis in this study uses a system modeling approach based on the analysis of latoh seaweed production (C. racemosa). Latoh seaweed cultivation (C.racemosa) is influenced by several parameters, namely physical parameters (temperature and brightness), and chemical parameters (pH, salinity, DO, NO3, PO4). The results showed the daily growth rate of latoh seaweed (C.Racemosa) at an initial weight of 10 gr with the scatter method obtained 2.63%, temperature (27 -31oC), Brightness (2933 cm), pH (9) , Salinity (31-35 ppt), DO (5-11 ppm), NO3 (0 mg / L), PO4 (0.003 -0.019 mg / L).

Published
2020-01-16