IBM KELOMPOK SADAR WISATA DI DESA WISATA MENARI TANON KABUPATEN SEMARANG

  • Lesa Paranti
  • Rimasari Pramesti Putri
  • Deva Marsiana
Keywords: pelatihan tari, desa wisata, seni wisata, dance training, tourism village, tourism art

Abstract

Tanon merupakan salah satu desa wisata di Kabupaten Semarang yang memiliki potensi SDA dan SDM yang dapat dikembangkan. Beberapa permasalahan diantaranya, 1) potensi seni di Tanon perlu digali dan dikembangkan, 2) Masyarakat Tanon memiliki keterbatasan kemampuan untuk mengembangkan potensi seni yang ada, karena mereka belajar seni secara otodidak. Berdasarkan masalah yang dihadapi, maka tujuan dilakukan kegiatan ini untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan berkesenian anggota pokdarwis, sekaligus membuat kemasan seni wisata yang menambah referensi sajian wisata. Kegiatan ini melibatkan sekitar 10 orang penggerak kesenian di Tanon. Tahapan kegiatan yakni melakukan FGD bersama ketua pokdarwis dan koordinator tari, pelatihan dan pendampingan, serta evaluasi. Metode yang digunakan yakni collaborative learning. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan keterampilan menari dan terwujudnya sebuah tari Lembu Tanon sebagai tambahan referensi sajian wisata. Kegiatan ini  menghasilkan luaran berupa artikel dan publikasi di media cetak maupun online. Pengabdi berharap kegiatan dapat dilanjutkan secara mandiri oleh peserta pelatihan kepada penari junior.

 

Tanon is one of tourism village in Semarang Regency that has potentials in natural and human resources. The problems are 1) traditional art in Tanon needs to be developed, 2) the limit resources able to develop the art, because they studed art in autodidact. Based on the promblems, it was important to give the dance training to improve their knowledge and skill, at once created a dance to add the traditional dance as welcoming dance. The activity consists of 10 persons. The steps are making Forum Grup Discussion with the leader of Pokdarwis dan dance coordinators, training and mentoring activities, and evaluation. The method used collaborative learning. The result shows that an increase in their dancing skill, created a Lembu Tanon dance as welcoming sance. The activities carried out produce the outer covering of articles and publication in the printed and online. We hope the activities to continue autonomously by the members to dancer junior.

Published
2018-12-06