Peran Orang Tua dan Guru dalam Pembudayaan Literasi di SD Kanisius Girisonta Kecamatan Bergas

  • Trimurtini Trimurtini
  • Sri Susilaningsih
  • Desi Wulandari
  • Florentina Widihastrini
Keywords: literasi, peran orang tua, peran guru, program GPM, sekolah dasar

Abstract

Literasi merupakan kemampuan individu untuk membaca, menulis, berbicara , menghitung dan memecahkan masalah, serta kemampuan individu dalam menggunakan segenap potensi dan keterampilan yang dimiliki dalam hidupnya. Gerakan literasi di sekolah dapat didukung orang tua, sehingga budaya literasi dapat ditanamkan pada diri siswa. Tetapi dalam pelaksanaannya banyak sekolah mengalami kendala, karena kurangnya sarana yang mendukung dan kurangnya bekal tentang literasi bagi para guru dan orang tua. SD Kanisius Girisonta juga mengalami kesulitan saat menerapkan literasi,  sehingga program GPM (Gerakan membaca santai, Proyek karya tulis dan Mendengar terbimbing) mengawali gerakan literasi di sekolah ini.  Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian menggunakan metode PALS (Participatory Action and Learning System) dengan mengintegrasikan 4P, yaitu penyadaran, pengkapasitasan, pendampingan dan pelembagaan. Hasil kegiatan ini adalah dicapainya 69% tingkat pemahaman orang tua siswa terhadap literasi. Orang tua memahami cara belajar membaca (53%), cara belajar menulis (62%), pengertian literasi (83%), manfaat litearsi (75%), serta kegiatan literasi di rumah (74%). Peran guru dalam pelaksanaan program GPM adalah mengembangkan program seusai level kelas yang diampu, melaksanakan dan mengevaluasi. Pada pendampingan pelaksanaan program GPM di tiap kelas, tampak bahwa lebih dari 80% siswa terlibat aktif dalam program GPM, tiap kelas sudah mempunyai sudut baca yang layak dan dapat dimanfaatkan oleh siswa. Para guru perlu mengevaluasi hasil kegiatan literasi di tiap kelas untuk dapat melaporkan peningkatan kemampuan literasi siswa.

Published
2018-12-06