Pasar Punakawan, Pengembangan Pariwisata Kreatif Berwujud Destinasi Digital Sebagai Usaha Pemberdayaan Masyarakat di Desa Selo, Kecamatan Selo, Boyolali

  • Syafril Syafril
  • Azizul Hakim
  • Alfian Bagaswara
  • Elfira Pradita
  • Putri Noor Ilmi
  • Muhammad Rangga Yusuf
  • Na'im Fajarul Husna
  • Indirwan Indirwan
  • Restiyani Restiyani
  • Bagas Audi Ginting
  • Rysca Indreswari
  • Muhammad Rustamaji
Keywords: Desa Selo, Destinasi Digital, Kearifan Lokal, Pemberdayaan Masyarakat Pariwisata Kreatif

Abstract

Desa Selo memiliki keindahan pemandangan dan kesuburan tanah serta kearifan lokal yang menjadi daya tarik wisatawan, akan tetapi pengembangan wisata belum optimal. Pemahaman masyarakat terhadap wisata yang bernilai jual tinggi masih kurang optimal, belum terintegrasinya tata kelola potensi wisata secara terpadu, serta kurangnya keterlibatan instansi pemerintahan secara aktif dalam mengelola Desa Selo merupakan beberapa permasalahan yang ada.  Melihat permasalahan tersebut pengusul menawarkan konsep wisata pasar Punakawan yang mengemas potensi wisata yang dimiliki masing-masing dusun di Desa Selo seperti, UMKM  roti, jamu, kuliner tradisional, sayur mayur dan tanaman hias, serta lebih mengenalkan seni budaya lewat tari Topeng Ireng dan permainan tradisional serta usaha sewa kostum adat Desa Selo. Aset dan potensi yang sudah ada dikelola dengan konsep pasar Punakawan sebagai upaya pengintegrasian dari manajemen wisata terpadu. Tim bekerjasama dengan Kelompok Sadar Wisata Desa Selo untuk membuat destinasi digital bernama Pasar Punakawan. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah Participatory Rural Appraisal (PRA). Tahapan kegiatan ini terdiri dari: Focus Group Discussion persiapan pembuatan Pasar Punakawan, pembuatan pasar, publikasi di sosial media, pendampingan dan monitoring program. Pasar Punakawan merupakan destinasi digital yang memadukan kuliner, kesenian dan permainan tradisional yang berlatar gunung Merapi dan Merbabu. Pasar Punakawan sudah masuk ke dalam daftar destinasi digital Kementerian Pariwisata dan dibuka setiap hari Minggu. Manfaat dari kegiatan ini adalah masyarakat semakin berdaya karena dapat memasarkan hasil panen, berdagang makanan tradisional dan menyajikan kesenian tradisional. Adanya pasar digital ini menghasilkan multiplier effect bagi pengembangan industri kreatif Desa Selo. Dengan demikian diharapkan income generating Desa Selo semakin meningkat.

Published
2018-12-06