Uji Perbandingan Kandungan Zat Gizi Pada Opak Mentah Dan Pada Opak Matang Guna Meningkatkan Kualitas Pemasaran Dan Produksi Di Kelurahan Candirejo Kecamatan Tuntang

  • Nur Endah Wahyuningsih Faculty of Public Health, Diponegoro University, Semarang
  • Novie Susanto Faculty of Public Health, Diponegoro University, Semarang
  • Fahmi Arifan Faculty of Public Health, Diponegoro University, Semarang
Keywords: Opak Ketela, Mesin Pencampur Mekanis, Mesin Pengering Otomatis

Abstract

Keberadaan UKM Opak Ketela SutiyahKelurahan Candirejo Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang semakin langka. Namun demikian, proses produksi opak ketela di industri Opak Ketela Sutiyah sampai saat ini masih memiliki beberapa kendala yang sangat berarti. Salah satu bagian dalam proses pengolahan opak ketela UKM Opak Ketela Sutiyah yang menjadi kendela adalah belum ada label kandungan gizi dan komposisi yang terdapat pada opak sehingga pemasaran dan produksi hanya dari warga ke warga. Ketela merupakan makanan ringan yang biasa kita gunakan sebagai camilan atau makanan pelengkap lauk pauk. Bahan baku yang digunakan untuk produksi opak ketela meliputi Ketela, bawang merah, bawang putih, ketumbar, dan garam. Selanjutnya adonan tersebut dibentuk bulat tipis-tipis lalu dikukus. Sejauh ini belum ada penelitian mengenai opak ketela sehingga penulis tertarik untuk meneliti. Penelitian dilakukan di laboratorium terpadu, Universitas Diponegoro. Adapun uji yang dilakukan meliputi uji kandungan zat gizi yang terdiri dari uji kandungan protein menggunakan metode kjehdahl, lemak menggunakan metode sokletasi, uji kandungan air dan abu menggunakan metode gravimetri, dan uji karbohidrat menggunakan metode proksimat serta teknologi tepat guna pengering otomatis . Hasil uji menunjukkan bahwa  opak ketela mentah mengandung karbohidrat sebesar 84,8%, protein sebesar 1,4%, lemak sebesar 0,92%, air sebesar 11,2%, dan abu sebesar 2,18%.  Sedangkan uji pada opak ketela matang mengandung karbohidrat sebesar 84,0% protein sebesar 1,5%, lemak sebesar 8,2%, air sebesar 4,4%, dan abu sebesar 1,9%.  Berdasarkan uji yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa opak ketela memiliki kandungan lemak dan air yang sesuai dengan SNI 01-2886-2000.

Published
2019-01-02