Pengolahan Arang Menjadi Kosmetik Pidih Dalam Meningkatkan Keterampilan Perias Pengantin

  • Marwiyah Marwiyah Universitas Negeri Semarang
  • Trisnani Widowati Universitas Negeri Semarang
  • Ade Novi Nurul Ihsani Universitas Negeri Semarang
  • Widya Puji Astuti Universitas Negeri Semarang
  • Erni Eka Ariyanti Universitas Negeri Semarang

Abstract

Permasalahan dari perias pengantin yang menjadi mitra pada Program Pengabdian Kepada Masyarakat adalah kurangnya pengetahuan serta pengalaman bahwa arang dapat diolah menjadi kosmetik pengganti pidih untuk Tata Rias Pengantin Nusantara. Mengingat selama ini arang hanya dibakar dan dibiarkan begitu saja. Tujuannya untuk meningkatkan keterampilan perias pengantin dalam mengolah bahan alami seperti (arang) menjadi kosmetik pengganti pidih yang bernilai guna dan jual. Metode pelaksanaan pengabdian yaitu observasi dengan cara pengamatan secara langsung. Hasil yang dicapai oleh para peserta, bila dilihat dari penguasaan teknik, tekstur dan hasil akhir pengemasan kosmetik pidih maka diperoleh 90% berhasil dengan kriteria amat  baik. Maksudnya, peserta berhasil membuat kosmetik pidih dengan tekstur sangat halus dan pengemasannya sangat rapi. 10% berhasil dengan kriteria cukup maksudnya peserta membuat kosmetik pidih dengan tekstur masih kasar (belum halus). Simpulan: melalui metode ceramah, diskusi, demonstrasi, dan praktik/pelatihan pada saat kegiatan pelatihan pengabdian kepada masyarakat, peserta dapat memahami penguasaan teknik pengolahan bahan alami (arang kayu akasia) untuk dijadikan produk kosmetik kecantikan.

Published
2019-01-07