URGENSI PENYUSUNAN DAN PENERAPAN KURIKULUM ANTIRADIKALISME SEJAK DINI

  • Ali Masyhar Universitas Negeri Semarang
  • Ridwan Arifin
  • Adib Nor Fuad

Abstract

Aksi teror selalu saja diawali dengan penanaman paham/aliran radikalisme. Untuk itulah perlu dilakukan upaya preventif dalam menghadang
penyebaran aliran-aliran radikalisme tersebut. Upaya preventif ini harus dilakukan sejak dini yakni sejak masa-masa pertumbuhan anak. Taman
Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) merupakan wadah menempa dan membina karakter diri generasi Indonesia yang akan datang, jelas memerlukan
sistem kurikulum yang baik guna membekali generasi muda Islam menangkal radikalisme. Kegiatan ini diharapkan dapat memberi solusi (1)
menyusun kurikulum antiradikalisme guna mewujudkan Islam yang Rohmatan Lil Alamin, dengan prinsip tawasuth (tengah-tengah), tasamuh
(toleransi), tawazun (seimbang) dan i’tidal (tegak lurus); (2) memberi pemahaman dan training penerapan kurikulum antiradikalisme; dan (3)
mendampingi penerapan kurikulum antiradikalisme di TPQ An-Nur. Adapun luaran yang akan dihasilkan adalah (1) Kurikulum Antiradikalisme
TPQ An-Nur; (2) penerapan Kurikulum Antiradikalisme TPQ An-Nur; (3) pembekalan santri menjadi Muslim yang Rohmatan Lil Alamin,
dengan prinsip tawasuth (tengah-tengah), tasamuh (toleransi), tawazun (seimbang) dan i’tidal (tegak lurus), dan amar ma’ruf nahi munkar; dan
(4) menghasilkan artikel yang dimuat dalam jurnal ilmiah. Kegiatan ini bermitra dengan TPQ-An-Nur Kelurahan Kalisegoro Kecamatan Gunung
Pati Kota Semarang. Kegiatan ini dilakukan dalam 4 tahapan yang saling terkait yaitu Penyusunan Kurikulum; Pemahaman dan training; dan
Pendampingan dan Evaluasi.

Published
2019-02-26