PENDAMPINGAN UMKM DALAM MELAKUKAN ANALISIS KELAYAKAN USAHA UNTUK MENINGKATKAN DAYA SAING

  • Prabowo Yudo Jayanto
  • Hasan Mukhibad
  • Kuat Waluyo Jati
Keywords: Kelayakan Usaha, Pendanaan UMKM, Produksi, Keuangan, Business Feasibility, MSME Financing, Production, Finance

Abstract

Kontribusi Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM) di Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto 61,88%. Data Kementerian Koperasi dan UMKM tahun 2011 menunjukkan bahwa 99,99% usaha di Indonesia termasuk dalam kategori UMKM. Namun demikian, UMKM di Indonesia masih mengalami kendala dalam pengembangan usahanya. Salah satu kendala yang dihadapi oleh UMKM terbatasnya modal yang dimiliki. Rendahnya modal ini dikarenakan minimnya akses kredit bank. Minimnya kredit yang diterima akibat salah satunya minimnya kelengkapan administrasi, yakni analisis kelayakan usaha. Bank Indonesia mencatat 60% - 70% UMKM belum memperoleh akses kredit dari bank. Pengabdian ini dilakukan untuk melakukan pelatihan dan pendampingan pelaku UMKM dalam melakukan dan menyusun laporan atau studi kelayakan bisnis. Studi kelayakan bisnis ini sangat dibutuhkan oleh UMKM dalam memperoleh akses pendanaan dari bank, selain itu dilakukan untuk meningkatkan keberlangsungan usaha. Metode yang dilakukan dalam mengabdian ini adalah melakukan pelatihan dan pendampingan pelaku UMKM dalam menyusun dan menganalisis kelayakan usaha yang dijalaninya. Sasaran dari pengabdian ini adalah pelaku UMKM yang ada di kota Semarang. Metode penentuan peserta dengan model snowball dengan pembatasan peserta, yakni 11 pelaku UMKM. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa selama ini UMKM telah melakukan analisis usaha secara sederhana sebelum dialakukan usaha. Namun, UMKM belum mampu menyusunnya dalam laporan dan tidak dilakukan secara komprehensif. Dengan kegiatan ini, pelaku UMKM telah mampu melakukan analisis kelayakan usaha dan melaporkannya dalam laporan.

 

 

 

Contribution of Small and Medium Enterprises (MSMEs) in Indonesia to Gross Domestic Product is 61.88%. Data from the Ministry of Cooperatives and MSMEs showed that in 2011, 99.99% of businesses in Indonesia were included in the MSME category. However, MSMEs in Indonesia still experience problems in developing their businesses. One of the obstacles faced by SMEs is the limited capital they have. This low capital is due to the lack of access to bank credit. The lack of credit received due to one of them is the lack of administrative completeness, namely business feasibility analysis. Bank Indonesia records 60% - 70% of MSMEs have not obtained access to credit from banks. This service is carried out to conduct training and mentoring of SMEs in conducting and preparing reports or business feasibility studies. This business feasibility study is urgently needed by MSMEs in gaining access to funding from banks, in addition to improving business continuity. The method used in this service is to conduct training and mentoring of MSME in preparing and analyzing the feasibility of the business they are doing. The goal of this service is the MSME in the city of Semarang. The method of determining participants with a snowball model with restrictions on participants, namely 11 SMEs. The results show that MSMEs have carried out simple business analysis before doing business. However, MSMEs have not been able to compile them in reports and are not carried out comprehensively. With this activity, MSME actors have been able to conduct business feasibility analysis and report it in the report.

Published
2018-12-06