PENINGKATAN NILAI EKONOMI LIMBAH ORGANIK MELALUI PENERAPAN TEKNOLOGI PENGOLAHAN BIOBRIKET BAGI BANK SAMPAH DIKABUPATEN MAGELANG

  • Etty Soesilowati
  • Evi Widowati
  • Karnowo Karnowo
Keywords: Limbah Organik, TTG, Biobriket, Bank Sampah

Abstract

Sampah di satu sisi merupakan sumber permasalahan, namun di sisi lain bisa menjadi sumber berkah disaat bahan bakar minyak terutama bersal dari fosil bumi langka. Briket yang berasal dari sampah dapat dijadikan sebagai salah satu sumber energi alternatif pengganti minyak dan gas. Tujuan dari kegiatan pengabdian adalah : memanfaatkan sampah organik untuk penambah pendapatan rumah tangga, mendesain teknologi pengolahan sampah, serta membangun jaringan distribusi produk olahan sampah. Kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif melalui pelatihan, ceramah, diskusi, dan workshop. Tahapan pelaksanaan kegiatan meliputi : penggarangan sampah organik, penepungan, pengayakan, pencampuran bahan penolong, pencetakan, pengeringan, dan pengemasan briket. Produk diuji kadar air , kadar abu, dan nilai kalor. Dampak ekonomi yang ditimbulkan dari kegiatan adalah : menurunya biaya produksi karena proses cepat, peningkatan kualitas kalor yang dihasilkan dari biobriket, sehingga dapat meningkatkan nilai jual bio briket. Dampak sosial yang ditimbulkan adalah : adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra tentang teknologi pengelolaan limbah sampah organic, serta adanya peningkatan dinamika sosial anggota kelompok karena adanya interaksi yang intensif antara pengabdi dan mitra. Kegiatan juga berdampak terhadap penyerapan tenaga kerja.

Published
2018-12-06