Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Industri Kreatif Untuk Ekonomi Berdikari di Desa Rintisan Wisata Pojok Kecamatan Tawangsari Kabupaten Sukoharjo

  • Rysca Indreswari
  • Kristiandi Kristiandi
  • Pardono Pardono
Keywords: pemberdayaan masyarakat, industri kreatif, ekonomi berdikari, desa wisata, pojok

Abstract

Desa Pojok merupakan desa rintisan wisata yang mulai dikembangkan sejak 2017. Dimulai dengan adanya pembibitan tanaman, bank sampah, kini berkembang menjadi kampung warna-warni yang mempunyai banyak spot foto, kafe, wahana permainan anak, rumah kaca hidroponik. Warga Pojok memang tidak memiliki sumber daya alam untuk menopang wisata tetapi kreativitas warganya merupakan aset. Kelompok Selo Beraksi yang awalnya merintis pembibitan tanaman dan bank sampah mulai menggerakkan muda-mudi dan seluruh kampung untuk memajukan desanya. Desa Pojok terkenal dengan sarung Goyor yang sudah mendunia. Kelompok Selo Beraksi dengan modal bank sampahnya mampu menghasilkan banyak kerajinan bernilai estetis. Selain itu ibu-ibu juga merintis pembuatan tas tali kor. Produk-produk unggulan daerah ini belum tersentralisasi dan ditangani dengan manajemen yang baik. Seharusnya produk unggulan daerah tersebut mampu menjadi suvenir khas Pojok untuk menopang sektor pariwisatanya. Maka dari itu tim pengabdi bermaksud bekerja sama dengan Kelompok Selo Beraksi dan Karang Taruna Krido Manunggal untuk intensifikasi produk-produk di Desa Pojok. Intensifikasi produk ini diharapkan mampu meningkatkan nilai ekonomisnya. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah Participatory Rural Appraisal (PRA). Kegiatan utama dibagi dalam tiga tahap. Tahap pertama menggunakan metode instruksional dan dialog melalui kegiatan Focus Group Discussion pengembangan kewirausahaan industri kreatif dengan fokus intensifikasi dan memantapkan produk dan cara pemasaran. Tahap kedua dilakukan pelatihan olahan makanan tradisional kekinian, praktek pembuatan makrame. Untuk mendukung intensifikasi produk ini telah dibuat “Rumah Bamboe” yang berfungsi sebagai outlet/pusat suvenir dan oleh-oleh yang berisi produk dari Desa Pojok. Selain sebagai outlet, “Rumah Bamboe” akan berfungsi juga sebagai spot foto. Tahap ketiga adalah pendampingan dan monitoring program. Manfaat dari kegiatan ini adalah masyarakat semakin berdaya karena produksi industri kreatifnya semakin berkembang. Dengan demikian diharapkan income generating Desa Pojok semakin meningkat.

Published
2018-12-06