PELATIHAN PENGGUNAAN TINDAK TUTUR UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI KEBAHASAAN PARA GURU BAHASA PRANCIS DI WILAYAH SURAKARTA DAN SEKITARNYA

  • Sri Rejeki
  • Anastasia Pudjitriherwanti
Keywords: Pragmatik, Tindak tutur, Ujaran, Pengguna bahasa

Abstract

Pragmatik adalah kajian mengenai kemampuan pengguna bahasa untuk menyesuaikan kalimat dengan konteks sehingga kalimat benar dan baik. Guru bahasa asing dalam hal ini bahasa Prancis harus mampu menjadikan siswanya mampu menghasilkan kalimat-kalimat yang benar dan baik. Oleh karena pengetahuan tentang Pragmatik perlu dikuasai oleh para guru bahasa Prancis. Namun baru empat tahun terakhir ini (2015- sekarang) mata kuliah Pragmatik ada   di Kurikulum   dan sifatnya tidak wajib (pilihan). Oleh karena itulah pengabdian masyarakat berupa pelatihan ini dilaksanakan  untuk melengkapi pengetahuan dan kemampuan guru bahasa Prancis dengan ilmu Pragmatik. Pelatihan ini bertujuan agar para guru memahami apa itu Pragmatik, konsep tindak tutur dan pada akhirnya dapat memahami dan menghasilkan ujaran-ujaran yang  bien français.  Tujuan lebih jauh adalah para peserta pelatihan ini akan dapat membimbing siswa menghasilkan ujaran-ujaran yang baik. Target dari Pengabdian adalah (1) Para peserta memahami apa itu Pragmatik, (2) Para peserta memahami jenis-jenis tindak tutur, (3) Para peserta menghasilkan ujaran-ujaran yang mengandung tindak tutur. Pelatihan  diikuti 14 guru bahasa Prancis yang berada di wilayah Surakarta dan sekitarnya dan dilaksanakan di Hotel Ramada , Surakarta pada Sabtu 11 Agustus 2018. Pengalaman mengajar bahasa Prancis para peserta antara 1,5 -29 tahun.

Hasil dari Pelatihan ini adalah sebagai berikut: (1) Para peserta merasakan bahwa pelatihan sangat bermanfaat karena mereka mendapatkan pengetahuan baru  yakni dapat  membedakan ujaran yang benar dan baik; bisa membedakan kapan dan dimana sujet Vous dan  Tu digunakan; (2) Para peserta mendapatkan tambahan  ilmu tentang cara bertutur itu tidak hanya bisa dijawab sesuai dengan apa yang ditanyakan tetapi bisa dengan cara lain, sehingga memperkaya cara bertutur dan itu  dan sangat penting dalam pengajaran di kelas;. sebagai referensi, refleksi dari cara mengajar atau penyampaian materi yang masih kurang tepat; (3) Para peserta mampu bereaksi yang beragam atas beberapa ujaran ‘’ yang didengarnya; Para peserta bisa menggunakan “Tu” dan “Vous” dengan lebih tepat; (4)  Para peserta bisa mengoreksi tuturan yang kurang tepat. (5) Para peserta memahami bahwa kalimat tanya tidak selalu digunakan untuk bertanya, (6)  Para peserta menjadi lebih peka terhadap suatu ujaran, (7) Para peserta memahami bahwa sebuah ujaran bisa mempunyai beberapa daya.

Published
2018-12-06