PENATAAN LANSEKAP DENGAN MENGOPTIMALKAN TAMAN DAN LINGKUNGAN KEBUN BUAH CEPOKO SEBAGAI PUSAT AGROWISATA KECAMATAN GUNUNG PATI

  • Eko Budi Santoso
  • RM Bambang Setyohadi KP
  • Dimas Wicaksono
Keywords: Lansekap, Kebun Buah Cepoko, Agrowisata

Abstract

Kelurahan Cepoko merupakan salah satu kelurahan di kecamatan Gunungpati yang terdampak oleh adanya proyek pembangunan waduk Jatibarang. Jumlah penduduk pada tahun 2017 di kelurahan Cepoko tercatat sebanyak 2.679 jiwa yang terdiri dari 1347 orang laki-laki dan 1332 orang perempuan. Mereka mendiami 3 RW yang terdiri dari 15 RT dengan total wilayah seluas 295,038 ha. Pertanian merupakan sumber penghasilan utama bagi warga di kelurahan Cepoko, tercatat sebanyak 258 jiwa warga kelurahan Cepoko berprofesi sebagai petani dan 264 jiwa berprofesi sebagai buruh tani. Selain bidang pertanian sumber penghasilan lain warga Cepoko adalah di bidang peternakan. Kelurahan Cepoko memang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi desa wisata terutama untuk mendukung proyek pembangunan waduk Jatibarang. Di kelurahan Cepoko terdapat tanah bengkok (milik Pemkot) yang dikelola sebagai kebun buah kelengkeng dan berpotensi untuk dikembangkan sebagai kawasan agrowisata buah. Kebun buah Cepoko juga ditanami aneka jenis buah-buahan yang memiliki nilai ekonomi tinggi seperti kelengkeng, sirsak madu, jambu kristal, alpukat, dan durian. Sejauh ini, pengelolaan warga terhadap lahan potensial di Kebun Buah Cepoko ini kurang optimal baik dari sisi pertanian, perikanan maupun potensi wisata. Kendala yang dihadapi dalam pengelolaan ini adalah lemahnya modal usaha, keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM), dan lemahnya infrastruktur desa wisata. Oleh karena itu, perlu pengembangan desain penataan lansekap dengan tepat dan penguatan kelompok petani melalui kegiatan pendampingan perlu dilakukan agar potensi-potensi lingkungan alam yang ada dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan

Published
2018-12-06