Peningkatan Kompetensi Guru Melalui Pelatihan Blended Learning Untuk Meningkatkan Mutu Proses Pembelajaran Di SMK

  • Niam Wahzudik
  • Basuki Sulistio
  • Nurussaadah Nurussaadah
Keywords: Revitalisasi SMK, kompetensi pedagogik, inovasi pembelajaran, blended learning, Social Network Learning

Abstract

Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional tahun 2003 pasal 15 menyebutkan bahwa SMK merupakan pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja dalam bidang tertentu. Berdasarkan hal tersebut pendidikan diharap mampu melahirkan generasi bangsa yang berkarakter kuat, terampil, kreatif, inovatif, imajinatif, peka terhadap kearifan lokal dan technoprenership. Namun pada kenyataan lulusan SMK masih jauh dari kata ideal. Pada tahun 2016 telah diterbitkan Inpres No. 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK. Diterbitkannya Inpres tersebut dilatarbelakngi oleh kurang maksimalnya pencapaian tujuan pendidikan yang mengakibatkan masih banyak lulusan SMK yang tidak mendapatkan pekerjaan sesuai dengan bidang keahliannya, dan menyebabkan pengangguran. Berdasarkan instruksi Presiden tersebut telah ditetapkan lima area revitalisasi yang terdiri atas kurikulum, guru dan tenaga kependidikan, kerjasama dengan Dunia Usaha/Industri, sertifikasi dan akreditasi, serta sarpras dan kelembagaan. Kegiatan revitalisasi SMK tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Perlu dukungan dari berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi khususnya LPTK yang melahirkan calon pendidik profesional. Atas dasar latar permasalahan tersebut perlu dilaksanakan kegiatan untuk memberikan dukungan program revitalisasi SMK. Kegiatan pengabdian ini dimaksudkan untuk mendukung area revitalisasi sumber daya manusia SMK khususnya peningkatan kapasitas dan kompetensi pedagogik guru yaitu dalam bentuk pelatihan blended learning berbasis Social Network Learning. Metode pengabdian yang digunakan yaitu dalam bentuk Pelatihan dengan susunan prosedur kerja: (1) Pelatihan Blended Learning berbasis Sosial Network Learning untuk peningkatan kompetensi pedagogik; (2) Pendampingan kepada guru yang telah mengikuti kegiatan pelatihan; dan (3) Review/evaluasi dengan guru mengenai hasil dari pelatihan yang telah diberikan. Program pelatihan dilaksanakan di SMK Taruna Kradenan Kabupaten Grobogan dengan jumlah 30 peserta. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa (1) pelaksanaan pelatihan berjalan dengan baik dan lancar, (2) peserta pelatihan memberikan respon positif terhadap kegiatan pelatihan yang dilaksanakan berdasarkan aspek kesesuaian tujuan, materi, waktu, narasumber, modul dan fasilitas pelatihan. Program pelatihan yang telah dilaksanakan mampu meningkatkan kapasitas dan kompetensi pedagogik guru SMK.

Published
2018-12-06