Pemberdayaan Masyarakat Desa Watusari Melalui Keterampilan Menentukan Posisi dan Kedalaman Sumber Air Bawah Permukaan dengan Teknik Dowsing dan Geolistrik

  • Supriyadi Supriyadi
  • Khumaedi Khumaedi
  • Upik Nurbaiti
  • R Muttaqin
  • Taufik N .F
  • M. Ikhsan
Keywords: Sumber air bawah permukaan, Dowsing, Geolistrik

Abstract

Telah dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat di desa Watusari dengan peserta warga setempat. Kegiatan pengabdian ini dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa pada musim kemarau di daerah tersebut mengalami kekeringan yang ditandai dengan keringnya sumur-sumur penduduk. Untuk mengatasi kondisi tersebut masyarakat bergotong royong membuat sumur-sumur baru di beberapa lokasi yang diperkirakan ada sumber airnya. Berdasarkan pengalaman yang lalu menunjukkan bahwa  lokasi pembuatan sumur sesuai  dengan yang diharapkan, tetapi hanya sementara waktu sekitar 2-3 tahun, setelah itu berangusur-angsur sumur mengalami penurunan debit air. Berdasarkan kondisi lapangan tersebut, tim pengabdian masyarakat jurusan fisika Universitas Negeri Semarang, Kelompok Bidang Keahlian (KBK) Fisika Bumi bekerjasama dengan warga mengadakan kegiatan pelatihan yang bertujuan untuk memberikan keterampilan kepada masyarakat agar dapat menentukan posisi dan kedalaman sumber air di wilayah desa Watusari. Kegiatan dibagi menjadi 3 tahap, meliputi ceramah dan tanya jawab tentang materi sumber air bawah permukaan, bagaimana cara untuk menentukan posisi dan kedalaman sumber air bawah permukaan. Kegiatan berikutnya adalah praktek di lapangan dalam lingkup kecil dengan peserta 8 orang wakil dari masing-masing RT dengan materi praktek menentukan titik yang diperkiranan terdapat sumber air bawah permukaan dengan teknik Dowsing dan menentukan kedalamannya dengan metode Geolistirk. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa warga Watusari berhasil mengaplikasikan teknik Dowsing dan metode  Geolistrik di sekitar tempat tinggal mereka.  Keberhasilan  ini  ditandai  dengan warga Watusari menemukan sumber air bawah permukaan baru dengan lokasi yang berbeda denga sumber air yang sudah ada.  Sumber air bawah permukaan yang ditemukan  rata-rata pada kedalaman  15 meter dan 60 meter.

Published
2018-12-06