Etnomatematika dalam Perspektif Problematika Pembelajaran Matematika: Tantangan pada Siswa Indigenous

  • Andi Saparuddin Nur Universitas Musamus, Jl. Kamizaun Mopah Lama, Merauke, Indonesia
  • Y L Sukestiyarno Universitas Negeri Semarang, Sekaran, Gunungpati, Semarang, Indonesia
  • Iwan Junaedi Universitas Negeri Semarang, Sekaran, Gunungpati, Semarang, Indonesia
Keywords: Etnomatematika, Problematika, Tantangan, Siswa Indigenous.

Abstract

Pembelajaran matematika di era disruptif saat ini membutuhkan ragam inovasi agar mampu memberikan ruang
nalar dan komunikasi yang adil untuk setiap siswa. Matematika memiliki relevansi dengan berbagai aktivitas
budaya di dalam masyarakat yang dinamakan etnomatematika. Menghubungkan etnomatematika pada konteks
pedagogik merupakan inovasi yang dapat mengakomodir keterbatasan bahasa, metode, dan pemahaman siswa.
Namun demikian, pembelajaran berbasis budaya memerlukan upaya dari guru untuk menguasai berbagai
komponen terkait materi, nilai, keterampilan dan landasan filosofis yang berlaku di dalam masyarakat. Hal
tersebut merupakan fundamen yang diperlukan untuk mencapai keberhasilan pembelajaran etnomatematika,
khususnya pada siswa indigenous. Tantangan keberhasilan pembelajaran matematika yang mendekatkan siswa
dengan berbagai produk kebudayaan di masyarakat menjadi perspektif problematika pembelajaran matematika
pada siswa indigenous. Terdapat enam dimensi dari program etnomatematika yang dapat dikaji, yaitu: (1)
dimensi kognitif, (2) konseptual, (3) pendidikan, (4) epistemologi, (5) sejarah, dan (6) politik. Pemahaman
tentang aspek kajian etnomatematika tersebut dapat menjadi perspektif yang digunakan oleh guru untuk
mengadopsi pembelajaran berbasis budaya di dalam praktik pedagogik di dalam kelas.