Pembelajaran Seni Multikultural Menghadapi Konstruksi Masyarakat 5.0 Pada Era Vuca

  • Nuning Zaidah Universitas PGRI Semarang, Indonesia
  • M Jazuli Universitas Negeri Semarang
  • Darsono Darsono Institut Seni Indonesia Surakarta
  • Sunarto Sunarto Universitas Negeri Semarang
Keywords: Seni multurakisme, society 5.0, VUCA

Abstract

Mewujudkan pembelajaran seni multikultural adalah mengintegrasikan kemampuan fisik, intelektual, kreativitas, pertautan pembelajarandengan kebudayaan yang dinamis dan bermakna untuk dikelola menjadi sarana mewujudkan cita-cita nasional. Untuk menciptakan struktur dan proses kebudayaan secara fondamentaltidaklah mudah, dibuktikan sulitnya implementasi di lapangan, hal ini dibebabkan adanya jeratan kebiasaan masa lalu yang sulit berubah serta ketidaksiapan penanganan teknis dan praktis.Menyikapi dekade transformasi revolusi industri 4.0, Society 5.0 dan premis VUCA(Volatility, Uncertainity, Complexity, dan Ambiguity) berdampak positif terhadap individu dalam meminimalisir resiko dan peluang yang muncul, memberi kesempatan bagi pembelajaran seni untuk berinovasi berbeda dengan apa yang dialami manusia sebelumnya. Sebuah gagasan berorentasi dengan study kasus empiris
yaitu menjelaskan fakta yang diperoleh selama penelitian untuk dianalisis dan diproses berdasarkan teori, di
beberapa lembaga pembelajaranseni.Metode diskriptif kualitatif perspektif fenomenologi bidang pembelajaranseni dan paradikmanya.Metode pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dianalisis menggunakan teknik analisis konten dan analisis komparatif.Hasil penelitian ini memberikan gambaran tentang kesadaran bersama dalam pengajara seni untuk mengubah pikiran negatif dan ketakutan terhadap perkembangan industri yang kian maraksekalipun masih bergerak dalam Revolusi Industri 4.0, tetapi tetap bergerak beradaptasi pada era Society 5.0 melampui VUCA terhadap paradikma seni.

Published
2020-01-08