Modalitas Estetis Penyandang Tunanetra dalam Distingsi Sosial- Budaya di Era Industri

  • Nur Fajrie
  • T. R. Rohidi
  • M. Syakir
  • I. Syarif
Keywords: Seni, Ekspresi, Tunanetra, Society, Resistensi

Abstract

Peran seni untuk penyandang tunanetra dalam paradigma era industri society 5.0 didasarkan pada karakteristik sumber
daya manusia yang memiliki kepekaan rasa dan intuisi terhadap kedalaman budaya. Pendidikan seni menjadi medium
berinteraksi radikal terhadap perubahan zaman yang dapat meminimalisir problem dependensi penyandang tunanetra.
Kapabilitas teknologi menunjang keberadaan penyandang tunanetra dalam menterjemahkan cipta, rasa dan karsa untuk
mendapatkan kebenaran, keindahan dan kebaikan dari segala sesuatu yang alaminya. Pendekatan artikel ini mengarah
pada konsep Art Based Research dalam pendidikan dan pelayanan sosial penyandang tunanetra. Estetika dan
penerapannya menjadi fokus kebutuhan penyandang tunanetra melalui (1) potensi personal, (2) proses interaktif sosial, (3)
kolaboratif . Hasil yang ditemukan mengarah pada nilai fungsi (utilitarianism) dan nilai kepedulian sosial (Care of Ethics)
bagi evolusi era industri saat ini dan mendatang. Resistensi sosial terbentuk sebagai pembeda kelompok penyandang
tunanetra dalam ranah arena di era industri sosial yang mengutamakan nilai humanisme terhadap keterbatasan fisik dan
kehidupan selanjutnya. Social Model lahir dari kebutuhan dan perubahan sosial melalui pelayanan estetis yang
mengakomodir hak penyandang tunanetra sebagai Inclusive Society dalam variabilitas paradigma perkembangan zaman.

Published
2020-01-10