Wacana Berita Korupsi di Surat Kabar: Kajian Analisis Wacana Kritis Van Dijk dalam Dimensi Praktik Sosial

  • Hari Bakti Mardikantoro Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang, Semarang, Indonesia
  • Muhammad Badrus Siroj Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang, Semarang, Indonesia
  • Esti Sudi Utami Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang, Semarang, Indonesia
Keywords: wacana berita, korupsi, analisis wacana kritis, praktik sosial

Abstract

Penelitian ini bertujuan menentukan praktik sosial dalam memproduksi wacana berita korupsi di surat kabar. Data dalam penelitian ini dijaring menggunakan metode simak dengan teknik catat. Adapun data penelitian berupa penggalan teks berita korupsi di surat kabar Kompas, Republika, Suara Merdeka, dan Jawa Pos. Analisis data menggunakan model analisis wacana kritis van Dijk dengan focus pada dimensi praktik sosial. Dimensi praktik sosial berhubungan dengan berbagai tataran organisasi sosial yang berbeda-beda. Hasil penelitian adalah (1) aspek institusional, yakni institusi media massa biasanya memiliki orientasi ekonomi atau politik yang memungkinkan dapat mengintervensi dan memengaruhi suatu pemberitaan; (2) aspek situasional, yakni dalam melakukan pengemasan pemberitaan, media cetak akan mempertimbangkan situasi-situasi yang sedang hangat dibicarakan, peristiwa aktual yang sedang terjadi, serta cara media memandang isu atau peristiwa tersebut; (3) aspek sosial budaya, yakni lebih melihat pada kajian etika yang menjadi latar atau setting adanya suatu nilai-nilai etis atau moralitas yang diterapkan, dan (4) aspek sosiologis media dan masyarakat, yakni dengan adanya perubahan sistem politik, ekonomi, dan sosial budaya, maka kondisi sosiologis masyarakat juga akan terpengaruh. Adanya perubahan mengenai kebebasan pers yang semula dibatasi menjadi bebas, maka suatu media bisa memberitakan suatu peristiwa sesuai dengan sudut pandang dan kepentingan masing-masing pemilik media.

Published
2020-01-11