Analisis Self-Efficacy dalam Mata Pelajaran Matematika sebagai Upaya Pemetaan Kemampuan Non-Kognitif di Siswa Kelas 8 MTS N 2 Pemalang

  • Imam Sayekti Pascasarjana UNNES, Universitas Negeri Semarang, Sekaran, Gunungpati, Semarang, Indonesia
  • Hardi Suyitno Pascasarjana UNNES, Universitas Negeri Semarang, Sekaran, Gunungpati, Semarang, Indonesia
  • Wardono Wardono Pascasarjana UNNES, Universitas Negeri Semarang, Sekaran, Gunungpati, Semarang, Indonesia
  • Dwijanto Dwijanto Pascasarjana UNNES, Universitas Negeri Semarang, Sekaran, Gunungpati, Semarang, Indonesia
Keywords: Self-efficacy, matematika, non-kognitif, siswa

Abstract

Matematika seringkali dianggap sebagai mata pelajaran yang menakutkan bagi sebagian besar siswa sekolah
menengah pertama. Self-efficacy pada siswa merupakan sebuah keyakinan yang menggambarkan kemampuan siswa
untuk mengatur dan menggunakan potensi diri dalam menghadapi situasi yang akan dating. Siswa seringkali
mengalami kesulitan dalam mengaplikasikan kemampuan self-efficacy untuk mengelola potensi dalam rangka
menyelesaikan permasalahan dalam menghadapi kesulitan selama proses belajar mengajar. Oleh sebab itu, penelitian
ini mencoba menganalisis kemampuan self-efficacy siswa usia sekolah menengah pertama sebagai dasar masukan
pengelolaan kemampuan non-kognitif siswa. Penelitian dilakukan di MTS N 2 Pemalang dengan melibatkan 174
siswa kelas delapan sebagai responden. Data dikoleksi menggunakan instrument angket online skala Likert yang
menggambarkan sikap inisiasi, persistensi dan aksi dalam menghadapi pembelajaran mata pelajaran matematika.
Data yang diperoleh ditabulasi dan dianalisis secara structural equation modeling (SEM) menggunakan SmartPLS
3.0. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa tindakan inisiasi siswa mencapai 68.44±10,98%, sedangkan
sikap persistensi mencapai 69,14±10,23%, dan aksi dalam memanfaatkan potensi diri sebesar 72,50±12,07%.
Adapun kontribusi masing-maing aspek terhadap self-efficacy adalah aspek inisiasi sebesar 34,1%, persistensi
sebesar 19,8% dan aksi sebesar 56,9%. Hal tersebut menunjukkan bahwa siswa masih memiliki tindakan inisiasi
yang rendah dan mudah mengalami penurunan minat dalam belajar matematika, namun dalam segi eksekusi tindakan
menyelesaikan tugas lebih tinggi dibanding aspek lain. Self-efficacy kemungkinan berpengaruh terhadap motivasi
siswa dalam menghadapi permasalahan pada mata pelajaran matematika, serta keinginan mengejar prestasi di bidang
tersebut. Selain itu, masalah lingkungan pergaulan atau teman sebaya juga memiliki peran dalam peningkatan selfefficacy.
Secara rata-rata self-efficacy siswa kelas delapan MTS N2 Pemalang memiliki self-efficacy yang masih
tergolong dalam kategori rendah.

Published
2020-01-11