Politik Identitas Keislaman dalam Novel Ayat-Ayat Cinta: Sebuah Pengantar Awal

  • Teguh Prakoso Universitas Negeri Semarang
Keywords: politik identitas keislaman, sastra profetik, ayat-ayat cinta

Abstract

Dalam penelitian ini penulis bertujuan mendeskripsikan munculnya pandangan tentang politik identitas keislaman dalam Ayat-Ayat Cinta 1 dan Ayat-Ayat Cinta 2 (selanjutjya AAC 1 dan 2). Tema ini oleh peneliti dianalisis secara struktural dengan pendekatan kaidah sastra profetik Kuntowijoyo. Pembahasan ini penting karena gejala munculnya tema ini sejalan dengan hadirnya novel-novel religi yang ternyata mendapat sambutan luar biasa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analitis, yakni mendeskripsikan fakta-fakta yang ada dalam novel tersebut dan kemudian dianalisis dengan nilai-nilai profetik yang ada di dalamnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga kaidah sastra profetik yang terdapat dalam novel AyatAyat Cinta 1 dan 2, menunjukkan ada amanat mendasar yang ingin disampaikan pengarang, melalui tokoh Fahri bahwa Alquran dan Islam adalah sebuah struktur yang utuh dan itulah pegangan hidup mendasar setiap muslim. Melalui cerita ini, pengarang berhasil menyampaikan pandangannya tentang Islam sebagai rahmatan lil alaamiin.

Published
2020-01-11