Kemampuan Literasi Matematis Siswa pada Pembelajaran Reciprocal Teaching dengan Pendekatan RME

  • Merry Wesna Pascasarjana Universitas Negeri Semarang, Indonesia
  • Wardono Wardono Pascasarjana Universitas Negeri Semarang, Indonesia
  • Masrukan Masrukan Pascasarjana Universitas Negeri Semarang, Indonesia
Keywords: Kemampuan literasi matematis, reciprocal teaching, pendekatan RME

Abstract

Matematika menjadi salah satu pelajaran yang dikenal sebagai pelajaran yang tidak terlalu mudah untuk dipahami dan diikuti oleh siswa. Adapun yang dianggap menghambat keberhasilan siswa dalam belajar matematika tersebut ialah lemahnya kemampuan literasi siswa pada pelajaran matematika. Rendahnya kemampuan literasi matematika dapat dilihat berdasarkan hasil TIMSS dan PISA pada tahun 2015. Indonesia menduduki peringkat 45 dari 50 negara yang disurvei oleh TIMSS. Hasil PISA 2015 menunjukan Indonesia peringkat 62 dari 76 negara yang disurvei oleh PISA. Pada survei yang dilakukan oleh TIMSS dan PISA dapat dilihat bahwa tingkat literasi siswa Indonesia masih tergolong rendah dibandingkan negara-negara lainnya. Tujuan kajian konseptual ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan literasi matematis siswa pada pembelajaran reciprocal teaching dengan pendekatan RME. Strategi pembelajaran reciprocal teaching merupakan strategi pembelajaran menggunakan dialog secara timbal-balik yang menekankan pemahaman mandiri dan aktivitas siswa dalam proses pembelajaran, dilakukan secara kelompok dengan aktivitas kunci yaitu: questioning, clarifying, predicting dan summarizing. RME merupakan teori belajar dan mengajar dalam pendidikan matematika yang diperkenalkan dan dikembangkan pertama kali oleh Freundenhal Institute di Belanda pada tahun 1970. RME mempunyai tiga prinsip kunci, yaitu guided reinvention, didaktical phenomenology, dan self-developed models Model pembelajaran reciprocal teaching dengan pendekatan RME ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan literasi matematis siswa.

Published
2020-01-12