Model Pembelajaran Group Investigation dan Jiwa Sosial Siswa Kelas VIII MTS Al-Hikmah Cidempet Kecamatan Arahan Kabupaten Indramayu

  • Muhafidin Muhafidin Pascasarjana Universitas Negeri Semarang, Indonesia
Keywords: Model group investigation dan jiwa sosial

Abstract

Anak sejatinya perlu bersosialisasi dengan lingkungan sekitar. Disini orang tua harus memberikan kegiatan untuk menunjang perkembangan sosial anak, misal berkomunikasi dengan keluarga, teman sebaya dan orangorang di lingkungan sekitarnya. Selain orang tua perkembangan sosial anak dapat ditunjang dari sekolah dimana ia belajar. Di kelas mereka perkembangan sosial bisa dikembangkan. Di sekolah, anak berinteraksi dengan temannya yang heterogen, guru, dan karyawan. Dari proses sosialisasi dan berintegrasi anak diharapkan mempunyai sikap sosial, belajar berkomunikasi dengan baik, belajar berorganiasasi, dan menghargai perbedaan, dan menghargai harmoni dan kompromi (Nugraha, 2006:1.21). Untuk mengetahui gambaran jiwa sosial siswa, salah satunya bias dilakukan dengan penerapan model pembelajaran group investigation. Penelitian ini dilakukan untuk untuk mengetahui gambaran jiwa sosial siswa dengan metode pembelajaran group investigation dalam pembelajaran bahasa Indonesia materi naskah drama. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah (1) metode observasi yang digunakan untuk memperoleh data tentang jiwa sosial siswa kelas VIII MTs Al-Hikmah Cidempet Kecamatan Arahan Kabupaten Indramayu; (2) metode wawancara dilakukan tidak terstruktur kepada subjek penelitian yaitu siswa terkait dengan jiwa sosial mereka pada model pembelajaran group investigation. Penelitian Observasi dibagi menjadi tiga segmen dari model pembelajaran group investigation, yaitu tahap pendahuluan pembelajaran, kegiatan inti pembelajaran, dan penutup. Adapun kesimpulan dari penelitian tersebut, yaitu: pada kegiatan pendahuluan, 100% siswa melakukan aspek kejujuran dan tanggungjawab dan 99,38% siswa melakukan aspek jiwa sosial kedisiplinan dan tanggungjawab; pada tahap kegiatan inti, 99,07% siswa melakukan aspek jiwa sosial kejujuran, kedisiplinan dan tanggungjawab; dan pada kegiatan penutup, 100% siswa melakukan aspek jiwa sosial kejujuran, kedisiplinan dan tanggungjawab.

Published
2020-01-12