Peran Sastra Lisan Sebagai Bagian Pendidikan Kebudayaan Di Indonesia Pascapandemi Covid-19

  • Martina Puspita Rakhmi
Keywords: Sastra lisan, pendidikan budaya, pascapandemi Covid-19

Abstract

Fungsi pendidikan sebagai proses enkulturasi adalah untuk meneruskan nilai, prestasi, dan ajaran
dari generasi terdahulu pada generasi selanjutnya, salah satunya yaitu nilai budaya. Nilai budaya
banyak termuat dalam karya sastra, salah satunya sastra lisan. Sastra lisan menjadi bagian dari
penyelenggaraan pendidikan kebudayaan di Indonesia karena memuat nilai etis, estetika, agama,
dan sosial. Nilai-nilai tersebut menjadi alat pendidikan, pengontrol norma dan tatanan sosial
masyarakat. Kajian ini menggunakan metode deskriptif-analitif untuk mendapatkan peran sastra
lisan sebagai bagian dari penyelenggaraan pendidikan kebudayaan di Indonesia pascapandemi
Covid-19. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai-nilai dalam sastra lisan akan terus hidup bila
masyarakat, khususnya pelaku pendidikan mampu menyajikan sastra lisan dengan inovasi baru.
Pengenalan sastra lisan sedini mungkin kepada peserta didik akan mematangkan dan memapankan
penghayatan nilai-nilai sastra lisan. Peserta didik pun akan memiliki karakter diri dan kebudayaan
yang kuat. Pada akhirnya, tidak hanya tujuan pendidikan nasional melalui penyelenggaraan
pendidikan kebudayaan yang tercapai. Lebih dari itu, peserta didik akan mampu menghadapi
berbagai tantangan kehidupan bahkan di masa pascapandemi Covid-19 yang sampai saat ini tidak
dapat diprediksi.

Published
2021-02-16