Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Pada Model Problem Based Learning (PBL) Berbantu Media Pembelajaran Interaktif dan Google Classroom

  • Dimas Sofri Fikri Arif
  • Zaenuri Zaenuri
  • Adi Nur Cahyono
Keywords: Model Problem Based Learning, Media Pembelajaran Interaktif, Google classroom

Abstract

Kurangnya kemampuan berpikir kritis dalam pembelajaran matematika disebabkan oleh beberapa
faktor, salah satunya yaitu siswa cenderung menghafal materi dan rumus daripada memahami
konsep, sehingga siswa kesulitan dalam menyelesaikan permasalahan yang membutuhkan analisis,
manipulasi dan strategi. Kemampuan berpikir kritis memiliki 5 indikator, yaitu klarifikasi dasar
(Basic Clariification), memberikan alasan sebuah keputusan (The Bases for a decision),
menyimpulkan (Inference), klarifikasi lebih lanjut (Advanced Clarification), dugaan dan
keterpaduan (Supposition and integration). Untuk menunjang kemampuan berpikir kritis, guru
harus mendesain dan memilih model pembelajaran yang dapat menambah aktivitas berpikir siswa,
membuat siswa terbiasa dalam menyelesaikan permasalahan serta dapat mengembangkan
kemampuan berpikir kritisnya. Penulis mencoba untuk menggali model Problem Based Learning
dimana digunakan permasalahan dunia nyata sebagai titik awal pembelajaran. Penggunaan model
ini dilengkapi dengan media pembelajaran interaktif, sehingga pembelajaran lebih menarik dan
dapat memudahkan siswa untuk memahami konsep yang abstrak. Penggunaan media pembelajaran
interaktif juga dimaksudkan agar siswa dapat belajar secara mandiri dengan baik, serta dapat
mengatasi tidak adanya tatap muka dalam pembelajaran.

Published
2021-02-16