Eksplorasi Kemampuan Penalaran Matematis dan Kemandirian Belajar Siswa di Era Pandemi

  • Nurul Alfiyah Alsalamah
  • Zaenuri Zaenuri
  • Isnarto Isnarto
Keywords: Penalaran matematis,kemandirian, Flipped Classroom.

Abstract

Pembelajaran matematika tidak hanya menekankan pada menghafal konsep dan teorema namun siswa
juga harus dapat mengembangkan kemampuan nalar yang logis untuk menyelesaikan persoalan
matematika yang berkaitan dengan kehidupan sekitar. Salah satu rendahnya kemampuan matematis
karena pembelajaran matematika di Indonesia belum mengarahkan siswa pada proses bernalar,
berkomunikasi, pemecahan masalah, dan literasi matematis. Sekolah dan perguruan tinggi juga telah
ditutup sementara sejak 14 Maret 2020 dan memindahkan kelas tatap muka mereka ke pembelajaran
daring menjadi alternatif pembelajaran saat ini. Dalam situasi ini, siswa dituntut belajar mandiri.
Kemandirian belajar dibutuhkan oleh siswa karena menentukan keberhasilan belajar. Untuk menunjang
kemampuan penalaran dan kemandirian belajar siswa guru harus merancang dan menetapkan model
pembelajaran yang sesuai dengan permasalahan. Penulis mencoba untuk menggali model pembelajaran
flipped classroom. bahwa flipped classroom juga disebut sebagai pembelajaran terbalik atau instruksi
terbalik. Dalam model pembelajaran flipped classroom, guru mengalihkan pembelajaran langsung dari
ruang pembelajaran kelompok besar dan memindahkannya ke ruang pembelajaran individu, dengan
bantuan salah satu dari beberapa teknologi. Flipped classroom menekankan pemanfaatan pembelajaran
mandiri online dan interaksi kelas fisik dengan mengadopsi berbagai pedagogi, seperti, pembelajaran
berbasis inkuiri, pembelajaran berbasis proyek, pembelajaran berbasis masalah dan pembelajaran dengan
melakukan di antara anggota tim kolaboratif.

Published
2021-02-17