PENGARUH TUTUPAN LAHAN TERHADAP URBAN INDEX KOTA SEMARANG

Authors

  • Farand Maulana Al Javier Departement Geografi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Negeri Semarang
  • Randi Arman Pratama Departement Geografi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Negeri Semarang
  • Fitri Hana Sukma Departement Geografi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Negeri Semarang
  • Nabila Salsa Kirani Departement Geografi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Negeri Semarang
  • Raihan Putra Hanan Hadiwijaya Departement Geografi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Negeri Semarang
  • Arla Janitra Berliana Departement Geografi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Negeri Semarang
  • Ranu Wening Wahyu Setyowati Departement Geografi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Negeri Semarang
  • Rahmi Ramadani Departement Geografi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Negeri Semarang
  • Siti Nabilah Alzena Departement Geografi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Negeri Semarang
  • Irvan Trianto Departement Geografi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Negeri Semarang
  • Vina Nurul Husna Departement Geografi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Negeri Semarang

Keywords:

Tutupan lahan, urban index, NDVI

Abstract

Kota Semarang merupakan ibukota Provinsi Jawa Tengah sehingga menyebabkannya menjadi kota metropolitan dengan jumlah penduduk yang tinggi. Tingginya jumlah penduduk yang ada di Kota Semarang selain disebabkan oleh kelahiran faktor lainnya yakni adanya migrasi masuk penduduk. Tercatat jumlah migrasi masuk ke Kota Semarang yakni 17.613 jiwa pada tahun 2022. Tingginya jumlah penduduk mengakibatkan jumlah lahan terbuka berkurang dikarenakan kebutuhan akan lahan terbangun semakin meningkat. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji pengaruh perubahan tutupan lahan terhadap Urban Index Kota Semarang. Perubahan tutupan lahan menjadi lahan terbangun berbanding lurus dengan Urban Index. Penelitian ini menggunakan Citra Landsat-8 dengan metode Supervised Classification Maximum likelihood dan Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) yang dianalisis secara deskriptif. Hasil perhitungan memperlihatkan perbedaan warna pada peta NDVI yang berbanding terbalik dengan peta Urban Index. Pada wilayah Semarang bagian Utara tampilan warna peta putih cerah menunjukkan bahwasannya tingkat lahan terbangun pada wilayah tersebut tinggi. Hal ini mencirikan bahwa daerah tersebut memiliki tingkat Urban Index yang tinggi pula. Sebaliknya wilayah Semarang bagian Selatan memiliki warna yang lebih gelap. Hal tersebut dikarenakan pada wilayah ini merupakan wilayah konservasi salah satunya yakni Kecamatan Gunungpati.

Downloads

Published

2024-02-02

Issue

Section

Articles