PENERAPAN TEKNOLOGI AKUAPONIK PADA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT KELURAHAN KALISEGORO
Keywords:
pangan, akuaponik, urban farmingAbstract
Isu pangan merupakan persoalan krusial bagi seluruh lapisan masyarakat termasuk masyarakat perkotaan. Pemenuhan kebutuhan pangan dapat dilakukan dengan bertanam atau berternak. Urban farming atau pertanian perkotaan merupakan salah satu kunci pemberdayaan untuk ketahanan pangan berkelanjutan. Budidaya akuaponik merupakan sistem terintegrasi antara akuakultur dan hidroponik, limbah budidaya ikan berupa sisa metabolisme dan sisa pakan dimanfatakan untuk pupuk tanaman. Akuaponik dapat dilakukan dalam skala besar ataupun kecil. Keterbatasan lahan di Kelurahan Kalisegoro Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang menyulitkan masyarakat melakukan kegiatan bercocok tanam secara konvensional. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberdayakan warga Kalisegoro dalam memahami konsep urban farming, khususnya akuaponik, dan terampil menerapkan teknologi akuaponik. Metode yang digunakan adalah (1) participatory urban appraisal, (2) participatory technology development, yaitu workshop pemanfaatan teknologi tepat guna berintegrasi ilmu pengetahuan dan kearifan lokal yaitu akuaponik, (3) pendekatan sosialisasi melalui pendampingan dalam membuat dan merawat akuaponik sampai berhasil. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan pemahaman peserta pengabdian terkait konsep hidroponik dan akuaponik, terampil menyemai bibit tanaman hidroponik, terampil mendesain instalasi akuaponik, terampil menghitung nutrisi yang diperlukan dan terampil merawat akuaponik.