RESPON PERKECAMBAHAN DAN PERTUMBUHAN AWAL JAGUNG TERHADAP PERENDAMAN BENIH DAN PENYIRAMAN MEDIA DENGAN Priestia Megaterium DAN ISOLAT KF

Authors

  • Rani Mariana Isu Prodi Magister Biologi, Universitas Kristen Satya Wacana
  • Agustina Varia Suryaningsih Basompe Prodi Magister Biologi, Universitas Kristen Satya Wacana
  • Yodi Yuni Juwita Karibera Prodi Magister Biologi, Universitas Kristen Satya Wacana
  • Rizkika Handayani Prodi Magister Biologi, Universitas Kristen Satya Wacana
  • Sri Kasmiyati Prodi Magister Biologi, Universitas Kristen Satya Wacana
  • Vincentia Irene Meitiniarti Prodi Magister Biologi, Universitas Kristen Satya Wacana

Keywords:

jagung, inokulum bakteri, metode aplikasi, perkecambahan, pertumbuhan awal

Abstract

Metode aplikasi inokulum bakteri dapat menentukan respons pertumbuhan awal tanaman. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi perkecambahan dan pertumbuhan awal jagung (Zea mays L.) setelah perendaman benih atau penyiraman media menggunakan Priestia megaterium dan isolat KF. Percobaan terdiri atas lima perlakuan, yaitu kontrol akuades (P0), perendaman benih dalam suspensi P. megaterium (P1P), penyiraman media dengan P. megaterium (P2P), perendaman benih dalam suspensi isolat KF (P1K), dan penyiraman media dengan isolat KF (P2K). Setiap perlakuan memiliki lima ulangan dengan empat benih per pot. Pengamatan berlangsung selama 10 hari. Data dianalisis menggunakan ANOVA satu arah dan uji Tukey pada taraf 5%. Perlakuan tidak berbeda nyata pada persentase perkecambahan akhir (p = 0,4307), tetapi berbeda nyata pada panjang batang, panjang akar, dan berat basah (p < 0,0001), serta berat kering (p = 0,00035). P2K menghasilkan batang terpanjang (19,12 cm) dan berat basah tertinggi (0,866 g), masing-masing 27,47% dan 34,47% lebih tinggi daripada kontrol. P2P menghasilkan akar terpanjang (14,82 cm), meningkat 17,81% dibandingkan kontrol. Berat kering P2K (0,06610 g) tidak berbeda nyata dari kontrol (0,06430 g). Perendaman benih menghasilkan batang lebih pendek daripada kontrol. Dengan demikian, penyiraman media merupakan perlakuan yang menjanjikan untuk pengembangan inokulum pemacu pertumbuhan awal jagung, dengan respons yang berbeda antarparameter. Pengujian lanjutan diperlukan untuk memisahkan pengaruh bakteri dari medium pembawanya dan mengevaluasi manfaat pada fase pertumbuhan berikutnya.

Downloads

Published

2026-11-06

Issue

Section

Botani