STUDI IN SILICO SENYAWA ANTIINFLAMASI DARI Centella asiatica MEMODULASI NLR PATHWAY SEBAGAI KANDIDAT TERAPI MULTIPLE SCLEROSIS

Authors

  • Muhammad Abdul Wahab Program Studi Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Semarang
  • Nugrahaningsih WH Program Studi Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Semarang

Keywords:

Centella asiatica, Multiple Sclerosis, NOD-Like Receptor Pathway, Molecular Docking, Neuroinflamasi

Abstract

Multiple sclerosis merupakan penyakit autoimun neurodegeneratif yang ditandai oleh inflamasi kronis, demielinasi, dan kerusakan sistem saraf pusat. Aktivasi jalur NOD-like receptor (NLR) diketahui berperan penting dalam perkembangan neuroinflamasi yang mendasari progresivitas penyakit. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi aktivitas senyawa antiinflamasi Centella asiatica sebagai kandidat terapi multiple sclerosis melalui modulasi protein target pada jalur NLR dengan pendekatan in silico. Analisis dilakukan terhadap 15 senyawa aktif Centella asiatica yang didocking dengan protein Mitogen-Activated Protein Kinase 3 (MAPK3), Interleukin-6 (IL-6), Serine/Threonine-Protein Kinase N1 (PKN1), Protein Kinase C Delta Type Regulatory Subunit (PRKCD), Tyrosine Kinase 2 (TYK2), dan Janus Kinase 1 (JAK1). Hasil meliputi nilai binding affinity, karakteristik interaksi protein-ligan, serta prediksi farmakokinetika Blood–Brain Barrier (BBB). Hasil penelitian menunjukkan bahwa oleanolic acid, ursolic acid, dan betulonic acid memiliki afinitas pengikatan tertinggi terhadap MAPK3, dengan nilai afinitas pengikatan berturut-turut sebesar −8,8; −8,7; dan −8,6 kcal/mol. Asiatic acid menunjukkan afinitas yang baik terhadap IL-6 (−7,1 kcal/mol), sedangkan quercetin dan chlorogenic acid berinteraksi cukup kuat dengan PKN1 dan PRKCD. Analisis interaksi mengungkapkan bahwa kompleks MAPK3–oleanolic acid menghasilkan interaksi yang paling stabil melalui ikatan hidrogen yang kuat dan beberapa interaksi hidrofobik. Prediksi BBB menunjukkan bahwa geraniol, linalool, limonene, β-caryophyllene, chlorogenic acid, dan isovitexin memiliki peluang penetrasi ke sistem saraf pusat yang lebih baik. Temuan ini menunjukkan bahwa senyawa aktif Centella asiatica memiliki kemampuan untuk menargetkan beberapa regulator utama neuroinflamasi secara simultan, sehingga berpotensi menjadi kandidat terapeutik baru dalam pengembangan terapi multiple sclerosis berbasis bahan alam.

Downloads

Published

2026-11-06

Issue

Section

Kesehatan