PLASMA NUTFAH DURIAN NUSANTARA: DARI PUSAT KERAGAMAN Durio DI KALIMANTAN HINGGA KEANEKARAGAMAN GENETIK Durio zibethinus DI INDONESIA

Authors

  • Amin Retnoningsih Program Studi Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Semarang

Keywords:

biogeografi, erosi genetik, konservasi, pemuliaan, polimorfisme

Abstract

Indonesia merupakan salah satu pusat sumber daya genetik durian di Asia Tenggara, dengan pola keanekaragaman yang berbeda antarwilayah. Makalah ini bertujuan mensintesis posisi Kalimantan dan Sumatra dalam biogeografi genus Durio, menelaah bukti keanekaragaman intraspesifik Durio zibethinus di Indonesia, serta merumuskan arah konservasi dan pemanfaatannya. Artikel disusun sebagai tinjauan konseptual berbasis literatur, dengan prioritas pada publikasi primer 2015–2026 dan beberapa rujukan taksonomi klasik yang masih relevan; publikasi penulis dan kolaborator digunakan sebagai bukti empiris dari Jawa Tengah dan Kalimantan Barat. Sintesis menunjukkan bahwa Borneo/Kalimantan merupakan pusat utama kekayaan spesies Durio dan Sumatra pusat penting berikutnya, sedangkan Jawa, Bali, dan banyak wilayah lain terutama menyimpan keanekaragaman tinggi di dalam D. zibethinus. Studi ISSR pada durian Gunungpati, Brongkol, Batang, serta Sanggau–Singkawang memperlihatkan polimorfisme tinggi dan alel spesifik pada sejumlah aksesi. Kemajuan genomik, plastom, dan resekuensing memperluas peluang autentikasi kultivar, filogeografi, penyusunan koleksi inti, dan pemuliaan presisi. Namun, alih fungsi lahan, hilangnya pohon tua, fragmentasi habitat, dan homogenisasi kultivar berpotensi mempercepat erosi genetik. Pengelolaan nasional perlu mengintegrasikan paspor aksesi, karakterisasi morfologi–molekuler, konservasi in situ/circa situ/ex situ, perlindungan pohon induk, perbenihan true-to-type, serta basis data terhubung. Kerangka ini dapat mengubah biodiversitas durian menjadi modal ilmiah, sumber pemuliaan, ketahanan produksi, dan manfaat ekonomi masyarakat tanpa mengorbankan sumber daya genetiknya.

Downloads

Published

2026-11-06

Issue

Section

Botani