PENGUATAN PERSONAL HIGIENE DAN KESEHATAN REPRODUKSI PESERTA DIDIK OKU APIM SEMENYIH MELALUI MEDIA VISUAL DAN SIMULASI

Authors

  • Sri Sukaesih Prodi Pendidikan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Semarang
  • Nugrahaningsih WH Prodi Pendidikan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Semarang
  • Sri Ngabekti Prodi Pendidikan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Semarang
  • Lisdiana Prodi Pendidikan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Semarang
  • Y. Ulung Anggraito Prodi Pendidikan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Semarang
  • Lina Herlina Prodi Pendidikan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Semarang
  • Silvi Oktaviasari Prodi Pendidikan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Semarang
  • Hidayatullatifah Prodi Pendidikan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Semarang

Keywords:

kesehatan reproduksi, personal higiene, program sahabat sehat, siswa berkebutuhan khusus

Abstract

Remaja Orang Kurang Upaya (OKU) merupakan kelompok rentan yang menghadapi keterbatasan akses informasi dan edukasi kesehatan reproduksi yang komprehensif, inklusif, dan sesuai dengan kebutuhannya. Penguatan personal higiene dan kesehatan reproduksi yang adaptif diperlukan untuk mendukung kemandirian, kesehatan, dan keselamatan diri remaja OKU. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan personal higiene serta kesehatan reproduksi remaja OKU di Pertubuhan Akademi Permata Impian (APIM), Semenyih, Selangor, Malaysia, sekaligus memperkuat kapasitas guru pendamping dalam melaksanakan edukasi kesehatan secara berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah edukatif-partisipatif melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan refleksi. Program dilaksanakan melalui lima paket kegiatan dinamai Program Sahabat Sehat (SASE), yaitu SASE-bersih, SASE-mandiri, SASE-pubertas, SASE- aman, dan SASE-sehat, dengan penggunaan media visual ramah disabilitas, praktik terbimbing dan simulasi, diikuti 15 peserta didik dan 2 guru pendamping. Hasil kegiatan menunjukkan 13 dari 15 peserta memiliki pemahaman personal higiene dan kesehatan reproduksi yang baik, dan 14 dari 15 peserta menunjukkan keterampilan personal higiene dan kesehatan reproduksi dengan kriteria baik. Dua guru pendamping memperoleh penguatan kapasitas untuk mengimplementasikan program di kelas dengan kemampuan sangat baik. Program SASE berpotensi menjadi model edukasi kesehatan reproduksi inklusif yang adaptif dan berkelanjutan bagi remaja disabilitas. Implikasi program memberi penguatan literasi kesehatan, kemandirian, dan keselamatan diri, serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 3 tentang kehidupan sehat dan sejahtera dan SDGs 10 tentang berkurangnya kesenjangan.

Downloads

Published

2026-11-06

Issue

Section

Articles