PENGARUH PEMBELAJARAN MENDALAM BERBASIS MULTIPEL REPRESENTASI DAN ISU SOSIOSAINTIFIK TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA
Keywords:
berpikir kritis, degradasi ekosistem, isu sosiosaintifik, multipel representasi, pembelajaran mendalamAbstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa melalui pembelajaran mendalam berbasis multipel representasi dan isu sosiosaintifik pada materi degradasi ekosistem. Penelitian kuasi-eksperimen dengan desain nonequivalent control group melibatkan 64 siswa kelas X SMA Negeri 8 Semarang yang dipilih secara purposif: kelas X.6 sebagai kelompok eksperimen dan X.7 sebagai kelompok kontrol, masing-masing 32 siswa. Instrumen berupa 10 soal esai berdasarkan indikator berpikir kritis dengan reliabilitas Cronbach α = 0,86. Analisis menggunakan statistik deskriptif, uji t sampel independen, N- gain, dan Cohen’s d. Rerata skor kelompok eksperimen meningkat dari 61,71 menjadi 85,31, sedangkan kelompok kontrol dari 59,84 menjadi 66,87. N-gain eksperimen sebesar 0,61 (sedang) dan kontrol 0,16 (rendah). Perbedaan skor posttest signifikan (t = −9,945; df = 62; p < 0,001), dengan ukuran efek 2,48 (besar). Analisis pendukung menunjukkan kualitas argumentasi rasional, humanistik, religius, dan inklusif kelompok eksperimen lebih tinggi daripada kelompok kontrol. Pembelajaran mendalam berbasis multipel representasi dan isu sosiosaintifik menghasilkan peningkatan keterampilan berpikir kritis yang lebih besar daripada pembelajaran kontrol pada materi degradasi ekosistem. Pembelajaran mendalam berbasis multiple representasi dan isu sosiosaintifik berpotensi memperkuat penalaran kritis berbasis bukti dan pengambilan keputusan atas persoalan lingkungan.