Pengaruh Model Pembelajaran Collaborative Problem Solving terhadap Hasil Belajar Kognitif Fisika Peserta Didik
Abstract
Rendahnya hasil belajar kognitif peserta didik pada pembelajaran Fisika masih menjadi
permasalahan penting, terutama pada materi kalor yang menuntut pemahaman konsep,
penerapan prinsip, dan kemampuan menganalisis fenomena. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis pengaruh model pembelajaran Collaborative Problem Solving terhadap hasil
belajar kognitif Fisika peserta didik pada materi kalor. Penelitian ini menggunakan metode
quasi experiment dengan desain Nonrandomized Pretest-Posttest Control Group Design.
Sampel penelitian terdiri atas kelas eksperimen yang memperoleh pembelajaran menggunakan
model Collaborative Problem Solving dan kelas kontrol yang memperoleh pembelajaran
menggunakan model Problem Based Learning. Instrumen penelitian berupa tes hasil belajar
kognitif yang dibatasi pada level C₂ memahami, C₃ menerapkan, dan C₄ menganalisis. Data
dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial parametrik melalui uji
normalitas, uji homogenitas, uji hipotesis terhadap nilai N-Gain, serta uji effect size. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa rata-rata N-Gain kelas eksperimen sebesar 80,94% dengan
kategori tinggi, sedangkan kelas kontrol sebesar 64,80% dengan kategori sedang. Hasil uji
hipotesis memperoleh nilai Sig. < 0,001, sehingga terdapat perbedaan peningkatan hasil belajar
kognitif yang signifikan antara kedua kelas. Nilai effect size sebesar 1,17 menunjukkan
pengaruh dalam kategori tinggi. Dengan demikian, model Collaborative Problem Solving
terbukti berpengaruh signifikan dan kuat terhadap peningkatan hasil belajar kognitif Fisika
peserta didik pada materi kalor