ANALISIS KEBUTUHAN E-MODUL BIOLOGI SEL TERINTEGRASI AR 3D UNTUK MENINGKATKAN REPRESENTASI MIKROSKOPIS, VISUOSPASIAL, DAN LITERASI KEBENCANAAN MAHASISWA
Abstract
Karakteristik materi biologi sel yang bersifat mikroskopis dan kompleks menuntut kemampuan
representasi mikroskopis dan visuospasial yang baik, namun pembelajaran masih didominasi
bahan ajar konvensional yang kurang mendukung visualisasi konsep secara optimal. Selain itu,
penggunaan bahan ajar berbasis kertas memiliki implikasi terhadap lingkungan karena
berkontribusi pada eksploitasi sumber daya hutan yang dapat meningkatkan risiko bencana
ekologis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan mahasiswa terhadap
pengembangan e-modul biologi sel terintegrasi augmented reality (AR) 3D untuk
meningkatkan representasi mikroskopis, visuospasial, dan literasi kebencanaan. Penelitian
menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan instrumen kuesioner skala Likert yang
diberikan kepada 75 mahasiswa calon guru yang telah menempuh mata kuliah Konsep Dasar
IPA. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif berupa persentase. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa mahasiswa mengalami kesulitan dalam memvisualisasikan struktur
mikroskopis, memahami hubungan struktur–fungsi organel, serta membangun pemahaman
spasial sel. Mahasiswa juga menunjukkan kebutuhan tinggi terhadap media pembelajaran
berbasis visualisasi tiga dimensi dan memiliki persepsi positif terhadap penggunaan AR.
Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan e-modul berbasis AR 3D
diperlukan sebagai solusi inovatif untuk meningkatkan representasi mikroskopis, visuospasial,
serta literasi kebencanaan, sekaligus mendukung pendidikan berkelanjutan melalui
pengurangan penggunaan bahan ajar berbasis kertas.