PEMANFAATAN TUMBUHAN BERKHASIAT OBAT OLEH MASYARAKAT PAPUA

Authors

  • Krisma Lekitoo
  • Alfredo Ottow Wanma

Abstract

Pengetahuan tentang pemanfaatan tumbuhan berkhasiat obat di Papua pada umumnya
diperoleh dari pengalaman dan kebiasaan seseorang (orang tua) yang kemudian diturunkan
pada generasi berikutnya, sehingga pengetahuan yang berasal dari pengalaman dan
kebiasaan tersebut hanya menjadi pengetahuan masyarakat setempat. Di Papua, masyarakat
yang tinggal disekitar kawasan hutan telah lama memanfaatkan tumbuh-tumbuhan sebagai
obat dan hal ini sudah berlangsung cukup lama. Bahkan sampai sekarang, baik masyarakat
tradisional maupun modern, masih banyak menggunakan obat tradisional sebagai obat yang
potensial. Pemanfaatan tumbuhan obat di Papua antar suku / daerah sangat berbeda-beda
satu dengan yang lainnya, baik spesies yang digunakan maupun cara meramu tumbuhan
tersebut. Hal ini diakibatkan oleh perbedaan latar belakang sosiokultur dan perbedaan
ekosistem lingkungan masing-masing daerah. Terdapat 10 jenis tumbuhan yang paling
sering digunakan oleh masyarakat umum di Tanah Papua yang diadopsi dari pengetahuan
lokal beberapa suku di Tanah Papua. 10 jenis tumbuhan tersebut adalah ; Alstonia
scholaris, Archingelesia flava, Biophytum umbraculum , Calamus aruensis, Calophyllum
inophyllum, Drimys piperita, Endospermum moluccanum, Inocarpus fagifer, Laportea
decumana dan Pandanus conoideus.

Downloads

Published

2026-09-16

Issue

Section

Articles