Analisis Pemanfaatan Jasa Ekosistem Rawa Pening oleh Masyarakat Desa Bejalen dalam Mendukung Keberlanjutan Lingkungan
Abstract
Rawa Pening merupakan ekosistem rawa yang memiliki berbagai fungsi ekologis,
ekonomi, sosial, dan budaya bagi masyarakat sekitar, khususnya di Desa Bejalen, Kecamatan
Ambarawa, Kabupaten Semarang. Pemanfaatan ekosistem rawa yang berlangsung secara terusmenerus berpotensi menimbulkan perubahan kondisi lingkungan apabila tidak diimbangi
dengan pengelolaan yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk
pemanfaatan jasa ekosistem Rawa Pening oleh masyarakat Desa Bejalen serta implikasinya
terhadap keberlanjutan lingkungan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif
dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan
penelitian terdiri atas nelayan, petani musiman, pelaku budidaya ikan, dan masyarakat yang
memanfaatkan sumber daya rawa. Data dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data,
dan penarikan kesimpulan dengan menggunakan teknik triangulasi untuk menguji keabsahan
data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan jasa ekosistem Rawa Pening meliputi
jasa penyediaan, jasa pengaturan, jasa budaya, dan jasa pendukung. Jasa penyediaan
dimanfaatkan masyarakat sebagai sumber ikan konsumsi, mata pencaharian, lahan pertanian
musiman, pupuk alami, dan bahan kerajinan berbahan eceng gondok. Jasa pengaturan terlihat
melalui fungsi rawa dalam pengendalian banjir dan pengaturan tata air, meskipun pengendalian
pencemaran air dan pertumbuhan eceng gondok masih belum optimal. Jasa budaya ditunjukkan
melalui tradisi Merti Desa, aktivitas wisata lokal, dan nilai sosial masyarakat yang masih
bergantung pada keberadaan rawa. Sementara itu, jasa pendukung meliputi penyediaan habitat
ikan, tempat budidaya ikan, dan kesuburan ekosistem rawa, meskipun keanekaragaman hayati
mulai mengalami penurunan akibat perubahan kondisi lingkungan. Penelitian ini menunjukkan
bahwa Rawa Pening memiliki peran penting dalam mendukung kehidupan masyarakat Desa
Bejalen, namun keberlanjutan fungsi ekosistemnya memerlukan pengelolaan lingkungan yang
lebih optimal dan berkelanjutan.