Indikasi Paradoks Perilaku Hijau Mahasiswa: Antara Teori dan Realita

Authors

  • Fauzi Helmi Romadhon
  • Dewi Kinasih
  • Rizki Rahmawati
  • Ibrahim Anggoro Situmorang
  • Trida Ridho Fariz
  • Andhina Putri Heriyanti

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis green behavior mahasiswa Fakultas
Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Semarang (UNNES)
serta mengkaji kesenjangan antara pemahaman lingkungan dengan penerapan perilaku ramah
lingkungan dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian menggunakan metode survei kuantitatif
cross-sectional dengan instrumen berupa kuesioner online berbasis skala Likert 1–4 yang
disebarkan kepada mahasiswa aktif FMIPA UNNES. Instrumen penelitian terdiri atas enam
parameter, yaitu environmental awareness, attitude, subjective norm, perceived behavioral
control, green behavioral intention, dan actual green behavior. Data dianalisis menggunakan
statistik deskriptif dan uji Chi-Square untuk mengetahui hubungan antara gender dengan green
behavior. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum green behavior mahasiswa dalam
penelitian ini berada pada kategori tinggi. Diagram kategori menunjukkan bahwa sebagian
besar mahasiswa berada pada kategori tinggi, sementara kategori sedang masih ditemukan pada
beberapa parameter seperti norma sosial dan niat berperilaku hijau, sedangkan kategori rendah
memiliki jumlah responden paling sedikit. Mahasiswa perempuan memiliki jumlah kategori
tinggi lebih besar dibandingkan laki-laki. Namun, hasil uji Chi-Square menunjukkan tidak
terdapat hubungan yang signifikan antara gender dengan green behavior mahasiswa FMIPA
UNNES dengan nilai p-value sebesar 0,4218 (p > 0,01). Selain itu, hasil observasi langsung di
lingkungan kampus menunjukkan masih ditemukannya mahasiswa yang membuang sampah
sembarangan dan belum menerapkan perilaku ramah lingkungan secara konsisten. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa secara umum mahasiswa dalam penelitian ini memiliki tingkat
environmental awareness, sikap lingkungan, dan green behavior yang tergolong tinggi. Namun
demikian, hasil observasi lapangan masih menunjukkan adanya perilaku yang tidak konsisten
dengan nilai-nilai ramah lingkungan, seperti membuang sampah sembarangan dan rendahnya
penerapan perilaku hijau dalam aktivitas sehari-hari. Temuan ini mengindikasikan adanya
paradoks antara pemahaman lingkungan yang tinggi dengan realitas perilaku mahasiswa di
lingkungan kampus.

Downloads

Published

2026-09-16

Issue

Section

Articles