DINAMIKA PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DI KAWASAN PENDIDIKAN UNNES KECAMATAN GUNUNGPATI
Abstract
Perubahan penggunaan lahan di kawasan perguruan tinggi merupakan fenomena yang semakin
intensif seiring ekspansi infrastruktur pendidikan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi
luas, laju, dan arah perubahan penggunaan lahan di kawasan Sekaran, Patemon, dan Kalisegoro
yang merupakan wilayah inti kampus Universitas Negeri Semarang (UNNES), Kecamatan
Gunungpati, Kota Semarang, selama periode 2021–2026. Metode yang digunakan adalah
klasifikasi penggunaan lahan secara visual (visual interpretation) berbasis penginderaan jauh
dengan memanfaatkan data citra satelit World Imagery Wayback pada dua titik waktu berbeda
(multitemporal analysis), yang diolah menggunakan perangkat lunak ArcMap 10.8. Klasifikasi
menghasilkan empat kelas tutupan lahan, yaitu kebun campuran, lahan pertanian, lahan
terbangun, dan sungai, pada total kawasan kajian seluas ±1.625 ha. Hasil analisis menunjukkan
bahwa lahan terbangun bertambah seluas 115,15 ha (25,63%) dari 449,30 ha (27,64%) pada
tahun 2021 menjadi 564,45 ha (34,72%) pada tahun 2026, dengan laju rata-rata 23,03 ha per
tahun. Pertambahan ini terutama bersumber dari konversi kebun campuran yang berkurang
113,49 ha (11,89%), sedangkan lahan pertanian relatif stabil dengan penurunan hanya 1,66 ha
(0,78%). Laju konversi yang tinggi ini diprediksi akan berdampak pada penurunan kapasitas
resapan air tanah, peningkatan risiko limpasan permukaan, munculnya fenomena urban heat
island, serta tekanan terhadap keanekaragaman hayati lokal. Temuan ini mengindikasikan
perlunya evaluasi Rencana Induk Pengembangan Kampus UNNES yang mengintegrasikan
prinsip green campus guna menjaga keseimbangan antara ekspansi fisik dan kelestarian
lingkungan.