KETAHANAN AIR DI DESA LERENG GUNUNG: STUDI KASUS KRISIS AIR BERSIH DESA CANDI REJO, KABUPATEN SEMARANG

Authors

  • Muhammad Fadhil Rafif
  • Rifa Damai Evlinsi
  • Bayu Putra Akbar
  • Gayatri Metaly Putri Sugito
  • Ghefira Rizky Maulida
  • Andhina Putri Heriyanti

Abstract

Krisis air bersih menjadi permasalahan yang semakin sering terjadi di kawasan lereng
pegunungan akibat perubahan kondisi lingkungan, keterbatasan infrastruktur air, dan
meningkatnya tekanan terhadap sumber daya air. Desa Candirejo, Kabupaten Semarang,
merupakan salah satu wilayah di lereng Gunung Ungaran yang mengalami kerentanan krisis air
terutama pada musim kemarau. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi lingkungan
fisik, sistem pengelolaan air bersih, serta strategi adaptasi masyarakat dalam mempertahankan
ketahanan air. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dan
desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan
dokumentasi terhadap masyarakat, pengelola BP SPAM, serta pemerintah desa. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa penurunan debit Sungai Tuntang, keterbatasan distribusi air perpipaan,
tingginya kandungan kapur pada sumur bor, serta minimnya sarana penyimpanan air menjadi
faktor utama penyebab krisis air di Desa Candirejo. Masyarakat melakukan berbagai strategi
adaptasi, seperti penghematan penggunaan air, pemanfaatan sumber air alternatif seperti
Sendang, penggunaan sistem distribusi bergilir antarwilayah, serta kerja sama dengan pihak
luar melalui program CSR untuk penyediaan air bersih. Selain itu, pembangunan bendungan
dan pengelolaan air berbasis masyarakat melalui BP SPAM menjadi bagian penting dalam
menjaga keberlanjutan pasokan air. Penelitian ini menunjukkan bahwa ketahanan air
masyarakat tidak hanya dipengaruhi oleh kondisi lingkungan fisik, tetapi juga oleh kemampuan
adaptasi sosial, pengelolaan sumber daya air, dan dukungan infrastruktur yang memadai.

Downloads

Published

2026-09-17

Issue

Section

Articles