Analisis Dampak Sosial Ekonomi dan Lingkungan Operasional Bengkel Sepeda Motor di Kawasan Pemukiman Gunung Pati, Semarang

Authors

  • Aniq Muflihah
  • Nova Fahmi Destian
  • Butsainah Adilah Azharyya
  • Nazwa Ariyani Sigit
  • Muhammad Arfinda Raja Fahmi
  • Andhina Putri Heriyanti
  • Trida Ridho Fariz

Abstract

Peningkatan jumlah kendaraan bermotor di kawasan permukiman mahasiswa Kecamatan
Gunungpati, Kota Semarang, memicu menjamurnya usaha bengkel sepeda motor skala mikro
yang berpotensi menimbulkan eksternalitas lingkungan dan sosial. Penelitian ini bertujuan
untuk menganalisis dampak lingkungan, sosial, dan ekonomi dari aktivitas operasional
Bengkel Wardana Motor, serta mengidentifikasi titik kritis atau hotspot yang dihasilkan.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode campuran (mixed methods). Analisis
lingkungan dilakukan melalui pemodelan Life Cycle Assessment (LCA) dengan batasan
gate-to-gate (ISO 14040) dan metode IPCC 2021 (ISO 14067) menggunakan perangkat lunak
openLCA v2.0 untuk mengukur parameter Global Warming Potential (GWP100). Data
dampak sosial-ekonomi dihimpun melalui kuesioner kepada masyarakat sekitar dan dianalisis
secara deskriptif persentase, kemudian divalidasi menggunakan teknik triangulasi data. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa operasional bengkel (melayani 260 unit kendaraan/bulan)
menghasilkan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebesar 1.862 kg CO₂ eq/bulan (7,16 kg CO₂
eq/unit kendaraan) yang sepenuhnya disumbangkan oleh kategori fossil fuels akibat tingginya
konsumsi energi listrik dan bahan bakar fosil teknis. Operasional bengkel menghasilkan
eksternalitas berupa 100.000 liter/bulan limbah cair dan akumulasi limbah B3 (oli bekas, aki,
kain majun berminyak). Aspek ekonomi bengkel berkontribusi positif pada penyerapan
tenaga kerja lokal. Aspek sosial keberadaan bengkel menurunkan kenyamanan lingkungan
(48%) dan memicu potensi konflik horizontal (45%) akibat polusi suara dan visual limbah.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa operasional bengkel di kawasan permukiman berisiko
tinggi mencemari lingkungan sehingga memerlukan langkah intervensi segera berupa audit
efisiensi energi, pembuatan bak pemisah minyak (oil separator), dan pembatasan jam
operasional.

Downloads

Published

2026-09-17

Issue

Section

Articles