Analisis Tekno-Ekonomi dan Lingkungan Pengembangan K-SIGN Menggunakan Metode Produksi Garam Portugis dan Maduris dengan Pendekatan SWOT–USG

Authors

  • Triyono
  • Bambang Hari Wibisono
  • Deva Fosterharoldas Swasto

Abstract

Pembangunan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) di Pulau Rote merupakan
bagian dari Proyek Strategis Nasional untuk mendukung swasembada garam. Penelitian ini
menganalisis kelayakan pengembangan K-SIGN melalui pendekatan SWOT–USG dengan
fokus pada CAPEX–OPEX serta dampak lingkungan melalui perbandingan metode Portugis
dan Maduris. Metode penelitian bersifat deskriptif-kualitatif dengan dukungan estimasi teknik,
observasi lapangan, dan studi pustaka. Hasil analisis menunjukkan bahwa K-SIGN memiliki
kekuatan berupa dukungan pemerintah, iklim yang sangat mendukung, dan potensi produksi
besar, namun menghadapi kelemahan seperti geomorfologi berbukit, kebutuhan investasi
tinggi, dan keterbatasan logistik kepulauan. Ancaman utama meliputi perubahan iklim, abrasi,
sedimentasi, dan gangguan operasional akibat cuaca ekstrem. Secara ekonomi, metode
Portugis menawarkan CAPEX–OPEX lebih rendah, sedangkan metode Maduris memberikan
produktivitas dan kualitas garam lebih tinggi namun berbiaya besar. Dari aspek lingkungan,
metode Portugis lebih berkelanjutan dengan jejak karbon rendah, sementara metode Maduris
memiliki risiko limbah geomembran dan konsumsi energi tinggi. Penelitian menyimpulkan
bahwa pendekatan hybrid Portugis–Maduris merupakan opsi paling optimal untuk
menyeimbangkan efisiensi ekonomi, produktivitas, dan keberlanjutan lingkungan.

Downloads

Published

2026-09-17

Issue

Section

Articles