Pemanfaan Citra LiDAR untuk Penyiapan Pembangunan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) di Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur

Authors

  • Miftahul Huda
  • Bambang Kun Cahyono

Abstract

Indonesia belum mampu untuk memenuhi kebutuhan garam domestik. Kebutuhan garam untuk
keperluan garam konsumsi telah dapat dipenuhi, namun untuk garam industri masih belum
dapat dipenuhi dari produksi garam nasional. Program Kawasan Sentra Industri Garam
Nasional (K-SIGN) hadir untuk memenuhi gap kebutuhan tersebut melalui upaya
ekstensifikasi lahan garam. Selama beberapa dekade luas lahan garam stagnan bahkan
cenderung untuk turun dikarenakan alih fungsi lahan. Penelitian ini bertujuan untuk (1)
memanfaatkan teknologi penginderaan jauh untuk memetakan lahan tambak garam (2) melihat
aspek kesesuaian lahan tambak garam untuk dimanfaatkan sebagai program ekstensifikasi
lahan tambak garam. Teknologi yang digunakan adalah pemetaan penutupan lahan dengan
menggunakan foto udara dan pemetaan topografi permukaan dengan menggunakan citra
LiDAR. Wahana Pemotretan Udara menggunakan Unmanned Aerial Vehicle (UAV) dengan
Skala 1:1000. Hasil kajian menunjukkan bahwa salah satu aspek kesesuaian lahan yang
menjadi prasyarat kesesuaian lahan adalah kemiringan lereng, diperlukan kemiriangan antara
0-2% untuk dapat dimanfaatkan sebagai lahan tambak garam. Pemetaan dibagi menjadi 7 Blok.
Data Digital Surface Model (DSM) diperoleh dengan memanfaatkan seluruh point cloud hasil
akuisisi LiDAR, tanpa melalui proses penyaringan lebih lanjut, sehingga mampu
merepresentasikan kondisi permukaan aktual termasuk vegetasi, bangunan, dan objek lain
di atas tanah. Resolusi DSM yang dihasilkan adalah 0,25 meter, yang memberikan detail
cukup tinggi untuk kebutuhan analisis topografi maupun pemetaan pada skala 1:1000. Data
Digital Terrain Model (DTM) memanfaatkan point cloud hasil klasifikasi ground sehingga
model yang dihasilkan merepresentasikan kondisi permukaan tanah aktual, bebas dari vegetasi,
bangunan, maupun objek non-permanen lainnya. Resolusi yang digunakan adalah 0,5 meter.
Data DTM inilah yang digunakan sebagai basis utama dalam analisis topografi, pembuatan
kontur, serta perencanaan teknis yang memerlukan representasi akurat dari kondisi permukaan
tanah yang akan dimanfaatkan dalam pembuatan tambak garam.

Downloads

Published

2026-09-17

Issue

Section

Articles