Hubungan Pengetahuan K3 Dengan Perilaku Keselamatan Siswa Di Laboratorium Ipa
Abstract
Laboratorium Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) merupakan fasilitas esensial dalam pembelajaran
sains di Sekolah Menengah Pertama (SMP), namun aktivitas di dalamnya menyimpan potensi
risiko yang memerlukan penerapan prosedur Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) secara
konsisten. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan K3 dengan
perilaku keselamatan siswa di laboratorium IPA SMP Negeri 23 Semarang. Pendekatan yang
digunakan adalah kuantitatif korelasional dengan teknik total sampling terhadap 36 siswa kelas
XI F. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan K3 (20 butir soal) dan angket
perilaku keselamatan berbasis skala Likert yang diadaptasi dari Caymaz (2021), kemudian
disebarkan melalui Google Forms. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial
menggunakan uji korelasi Spearman karena distribusi data tidak normal berdasarkan uji
Shapiro-Wilk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan
secara statistik antara pengetahuan K3 dan perilaku keselamatan siswa (r = −0,311; p = 0,065).
Arah korelasi negatif yang ditemukan dijelaskan melalui fenomena ceiling effect pada
instrumen pengetahuan (SD = 0,378) serta mekanisme psikologis berupa social desirability bias
dan Dunning-Kruger effect pada pengisian angket perilaku berbasis laporan diri. Temuan ini
mengindikasikan bahwa perilaku keselamatan siswa tidak semata-mata ditentukan oleh aspek
kognitif, melainkan juga dipengaruhi oleh faktor pembiasaan, pengawasan guru, budaya
keselamatan, dan kualitas lingkungan laboratorium. Oleh karena itu, pendidikan K3 di sekolah
perlu diperkuat melalui pendekatan praktik langsung yang terintegrasi, bukan sekadar
pembekalan pengetahuan teoritis.