Analisis Kompetensi Keselamatan Laboratorium pada Pelaksanaan Praktikum IPA di SMP Negeri 12 Semarang
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kompetensi keselamatan laboratorium pada
pelaksanaan praktikum IPA di SMP Negeri 12 Semarang. Penelitian menggunakan pendekatan
kuantitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling. Responden terdiri atas 32 siswa kelas
VIII dan 3 guru IPA. Instrumen penelitian berupa angket pilihan jawaban “Ya” dan “Tidak”
yang diadaptasi dari Akpullukcu dan Cavas (2017). Data dianalisis menggunakan statistik
deskriptif dalam bentuk persentase dan diperkuat melalui hasil observasi. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa rata-rata kompetensi keselamatan laboratorium siswa sebesar 52,04%
dengan kategori sedang. Aspek Penanganan Kedaruratan dan Kebersihan memperoleh
capaian tertinggi sebesar 58,59%, sedangkan aspek APAR, Evakuasi, APD, dan Standar
Laboratorium memperoleh capaian terendah sebesar 43,75%. Indikator terendah terdapat pada
penggunaan APAR sebesar 18,75%, yang menunjukkan bahwa keterampilan keselamatan
teknis siswa masih rendah. Hasil observasi menunjukkan bahwa simulasi penggunaan alat
keselamatan belum dilakukan secara rutin. Sementara itu, kompetensi guru IPA tergolong
sangat baik dengan capaian 100% pada aspek Pengelolaan Laboratorium dan Kesiapsiagaan
Darurat, serta 75% pada aspek Pengelolaan Bahan dan Peralatan dan Standar Keselamatan
Laboratorium. Oleh karena itu, diperlukan pembelajaran keselamatan laboratorium yang lebih
aplikatif melalui simulasi dan pembiasaan dalam kegiatan praktikum.