Pemanfaatan ChatGPT Study Mode untuk Penguatan Literasi Sains dan Literasi AI dalam Pembelajaran IPA
Abstract
Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam pendidikan membuka
peluang baru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA),
khususnya dalam penguatan literasi sains dan literasi AI siswa. Namun, pemanfaatan ChatGPT
di sekolah masih cenderung digunakan sebagai alat pemberi jawaban instan sehingga proses
berpikir ilmiah dan evaluasi kritis belum berkembang optimal. Selain itu, belum tersedia
kerangka pedagogis yang mengintegrasikan literasi sains dan literasi AI secara sistematis dalam
pembelajaran IPA. Artikel konseptual ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan ChatGPT
Study Mode sebagai strategi pembelajaran serta menyusun kerangka konseptual model
pembelajaran yang mampu memperkuat literasi sains dan literasi AI siswa. Metode yang
digunakan adalah kajian literatur terhadap penelitian terkait penggunaan AI dalam pendidikan,
literasi sains, dan literasi AI. Berdasarkan analisis tersebut, dikembangkan kerangka konseptual
Model SAINS–AI Reflective Cycle berbasis proyek yang terdiri atas enam tahap, yaitu
Scientific Questioning, AI Guided Inquiry, AI Output Evaluation, Concept Reformulation,
Reflective AI Literacy, dan AI-Based Science Project. Model ini menekankan proses inkuiri
ilmiah, evaluasi kritis terhadap output AI, serta pengembangan proyek sebagai produk
pembelajaran. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi penggunaan ChatGPT Study Mode
melalui sintaks tersebut berpotensi memperkuat kemampuan berpikir ilmiah, meningkatkan
literasi AI, dan mendorong pembelajaran IPA yang lebih reflektif dan bermakna. Implikasi dari
kajian ini adalah tersedianya kerangka konseptual yang dapat digunakan sebagai panduan bagi
guru dalam mengintegrasikan AI secara pedagogis untuk penguatan literasi ganda siswa.