BEBAN KERJA DAN KELUHAN SISTEM MUSCULOSKELETAL PADA AKTIVITAS PENGELASAN DI UD SAMIASIH
Abstract
Pekerjaan pengelasan yang dilakukan dalam posisi jongkok untuk waktu yang lama
dapat memicu masalah musculoskeletal, kelelahan kerja, dan penurunan tingkat produktivitas
pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak perbaikan sikap kerja dari posisi
jongkok ke posisi duduk di atas dingklik terhadap pengurangan masalah musculoskeletal , kelelahan kerja, dan peningkatan produktivitas pada aktivitas pengelasan. Metode penelitian
yang dipakai adalah eksperimen dengan desain subjek yang sama, di mana subjek yang berfungsi sebagai kontrol juga menjadi bagian dari subjek yang diujikan. Penelitian ini melibatkan 10 tukang las dengan menganalisis kondisi kerja sebelum dan setelah perbaikan sikap. Analisa pengukuran yang digunakan untuk pengukuran musculoskeletal menggunakan kuesioner
Nordic Body Map, pengukuran kelelahan menggunakan 30 Item Self Rating Questionnaire Industrial Fatigue Research Committee dari Japan Association Of Industrial Health dan untuk
pengukuran produktivitas menggunakan rasio denyut yang dihasilkan dibagi dengan jumlah
outut selama pengukuran. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa perubahan sikap kerja
dari jongkok menjadi duduk di dingklik dapat mengurangi keluhan muskuloskeletal dan kelelahan kerja, serta mendongkrak produktivitas. Rata-rata keluhan muskuloskeletal turun sebesar 35,88%, kelelahan kerja menurun hingga 37,99%, dan produktivitas meningkat sekitar 15,38%. Perbaikan cara kerja menggunakan dingklik terbukti lebih ergonomis, sehingga mampu meminimalkan keluhan musculoskeletal, menurunkan tingkat kelelahan kerja,
dan meningkatkan produktivitas pekerja.