ANALISIS RISIKO EROGONOMI LINGKUNGAN KERJA HAKIM DI KANTOR PENGADILAN NEGERI SAMPANG MENGGUNAKAN METODE ROSA
Abstract
Pekerjaan Hakim di lingkungan peradilan modern ini sebagian besar dilakukan dengan duduk
dalam jangka waktu yang cukup lama, dan Hakim dalam posisi kerjanya tidak terlepas dari
penggunaan komputer yang intensif. Kondisi ini berpotensi menimbulkan risiko ergonomis jika
lingkungan kerja dan fasilitas kerja tidak dirancang sesuai dengan prinsip-prinsip ergonomis.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko ergonomis lingkungan kerja Hakim di Kantor
Pengadilan Negeri Sampang menggunakan metode Rapid Office Strain Assessment (ROSA).
Penelitian ini merupakan Penelitian Kuantitatif dengan menggunakan survei deskriptif. Subjek
penelitian ini adalah seluruh 8 (delapan) Hakim yang bekerja di Kantor Pengadilan Negeri
Sampang, dengan teknik pengambilan sampel total. Pengumpulan data dilakukan melalui
observasi langsung terhadap tempat kerja Hakim menggunakan lembar penilaian ROSA yang
meliputi penilaian kursi kerja, monitor, keyboard, mouse, dan durasi kerja duduk. Data
dianalisis dengan mengelompokkan skor ROSA ke dalam kategori risiko ergonomis. Hasil
menunjukkan bahwa semua tempat kerja Hakim memiliki skor ROSA akhir ≥5, dengan rentang
skor 6–8, yang termasuk dalam kategori berisiko dan memerlukan tindakan korektif. Faktor
utama yang berkontribusi terhadap risiko ergonomis adalah desain kursi kerja yang tidak
ergonomis, posisi monitor yang tidak sejajar dengan garis pandang mata, dan duduk dalam
waktu lama tanpa ketegangan. Dapat disimpulkan bahwa lingkungan kerja Hakim di Kantor
Pengadilan Negeri Sampang masih memiliki risiko ergonomis yang signifikan, sehingga
diperlukan perbaikan fasilitas kerja dan peningkatan pemahaman tentang ergonomi untuk
mencegah gangguan muskuloskeletal.