MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI: STRATEGI MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA SMP
Abstract
Pembelajaran IPA sangat penting dalam menghasilkan siswa yang berkualitas, terkait
dengan hakikat IPA (sains). Dalam proses pembelajaran, kita harus memandang IPA tidak
hanya sebagai produk seperti fakta, konsep, teori, atau hukum, tetapi juga sebagai keterampilan
dan sikap ilmiah. Penguasaan keterampilan proses sains (KPS) jauh lebih krusial
dibandingkan hanya menghafal, karena KPS memberi kesempatan bagi siswa untuk
menemukan dan mengembangkan fakta serta konsep, sambil membangun sikap dan nilai
melalui pengalaman yang mereka alami. KPS adalah kompetensi dasar yang menjadi
penggerak utama dalam mendukung penemuan, pengembangan, dan penguasaan konsep
sains oleh siswa. Namun pada kenyataannya, berdasarkan wawancara dengan guru, KPS
siswa kelas delapan masih tergolong rendah. guru telah menerapkan pembelajaran yang
berpusat pada siswa. guru sudah Menerapkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang
sesuai dengan model pembelajaran Masalah ini menyebabkan siswa kesulitan dalam
mengembangkan keterampilan proses sains mereka, sehingga diperlukan solusi untuk
mengatasi hal tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji berbagai literatur mengenai
model inkuiri terbimbing sebagai solusi untuk meningkatkan keterampilan proses sains
siswa di salah satu SMP Negeri di Semarang. Metode yang digunakan adalah studi literatur,
dan berdasarkan hasilnya, diperlukan tindakan untuk mengatasi masalah ini dengan
menerapkan model pembelajaran inkuiri.